Lima Ilir Wakili Kota Palembang di Lomba Perpustakaan Sumsel, Dewi Sastrani: Literasi Fondasi Membangun SDM Unggul

Palembang, bisnissumsel.com –

Komitmen Pemerintah Kota Palembang dalam memperkuat budaya literasi kembali ditunjukkan melalui keikutsertaan Kelurahan Lima Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, pada Penilaian Lomba Perpustakaan dan Ruang Baca Tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Penilaian tersebut menjadi momentum penting untuk mengukur kualitas pengelolaan perpustakaan berbasis masyarakat sekaligus mendorong peningkatan budaya membaca sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Kegiatan tersebut dihadiri Bunda Literasi Kota Palembang sekaligus Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, jajaran Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang, tim penilai, unsur Pemerintah Kecamatan Ilir Timur II, Pemerintah Kelurahan Lima Ilir, serta tokoh masyarakat dan para pegiat literasi.

Kehadiran tim penilai bukan sekadar menentukan pemenang lomba, tetapi menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, penyedia informasi, ruang edukasi, hingga wahana pemberdayaan masyarakat.

Penilaian ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas berbagai inovasi yang telah dilakukan Kelurahan Lima Ilir dalam mengembangkan layanan literasi yang semakin dekat dengan masyarakat.

Dalam sambutannya, Dewi Sastrani menegaskan bahwa budaya literasi merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang berkualitas.

Menurutnya, kebiasaan membaca dan semangat belajar sepanjang hayat akan melahirkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan maupun teknologi.

“Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengembangkan pengetahuan, serta menggunakannya untuk meningkatkan kualitas hidup. Karena itu, budaya membaca harus terus ditanamkan sejak usia dini hingga menjadi kebiasaan dalam keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, perpustakaan kelurahan kini memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar tempat menyimpan koleksi buku.

Perpustakaan telah berkembang menjadi pusat informasi, ruang belajar bersama, tempat tumbuhnya kreativitas, sarana peningkatan keterampilan masyarakat, hingga wadah pemberdayaan ekonomi berbasis pengetahuan.

Karena itu, pengelolaan perpustakaan harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat melalui inovasi layanan, pemanfaatan teknologi informasi, penyediaan koleksi yang relevan, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan literasi yang mampu menarik minat seluruh kelompok usia.

Dewi Sastrani juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang atas pembinaan yang berkelanjutan terhadap perpustakaan kelurahan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kecamatan Ilir Timur II, Pemerintah Kelurahan Lima Ilir, para pengelola perpustakaan, Bunda Literasi Kecamatan, kader PKK, relawan literasi, serta seluruh masyarakat yang telah membangun kolaborasi sehingga Kelurahan Lima Ilir dipercaya mewakili Kota Palembang pada ajang tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama yang mencerminkan kuatnya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya budaya membaca dan pendidikan sepanjang hayat.

Lebih lanjut, Dewi berharap penilaian lomba tidak hanya dipandang sebagai kompetisi, tetapi menjadi sarana evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan yang bermutu, serta menghadirkan berbagai program literasi yang semakin inovatif dan inklusif.

“Masukan dari tim penilai menjadi bekal berharga untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi sehingga perpustakaan di Kota Palembang semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan, Amir Sutisna, S.E., mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Palembang, khususnya Bunda Literasi Kota Palembang, dalam menggerakkan budaya literasi melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat secara aktif.

Menurut Amir, Palembang menunjukkan keseriusan dalam membangun ekosistem literasi melalui berbagai inovasi, salah satunya kegiatan BERIAS (Bercerita dengan Keras) yang terus digalakkan untuk menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap buku sejak usia dini.

Ia menilai keikutsertaan Kota Palembang dalam Lomba Perpustakaan dan Ruang Baca Tingkat Provinsi menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring literasi, meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan berbasis masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi layanan yang dapat direplikasi oleh daerah lain.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang, Agus Supriyanto, ATD., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Kelurahan Lima Ilir yang secara konsisten mengembangkan perpustakaan sebagai pusat informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Ia berharap perpustakaan kelurahan terus berkembang menjadi ruang belajar yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, sehingga mampu menciptakan warga yang cerdas, berpengetahuan luas, berkarakter, serta memiliki daya saing di tengah perkembangan zaman.

Penilaian lomba ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Kota Palembang maupun kabupaten dan kota di Sumatera Selatan untuk terus mengembangkan perpustakaan berbasis masyarakat yang aktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang, Sekretaris Kecamatan Ilir Timur II Susanto Umar, S.K.M., M.Si. yang mewakili Camat Ilir Timur II, Bunda Literasi Kecamatan Ilir Timur II, jajaran Pemerintah Kelurahan Lima Ilir, serta para pegiat literasi.

Adapun tim penilai terdiri atas Dr. Mulyadi, M.Hum. dari Fakultas Adab UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Nurmalina, S.Ag., M.Hum. dari UPT Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang, Novita Olivia, M.Hum. dari UPT Perpustakaan Universitas Sriwijaya, Ketua Ruang Baca Yayan Septiawan, serta melibatkan unsur tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, dan pengelola perpustakaan.

Melalui penilaian tersebut, Pemerintah Kota Palembang berharap Kelurahan Lima Ilir mampu meraih prestasi terbaik di tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Lebih dari itu, keikutsertaan ini diharapkan menjadi pemicu semakin kuatnya budaya literasi di tengah masyarakat, sehingga perpustakaan benar-benar menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat yang mendukung terwujudnya Palembang dengan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. (*)