Jakarta, bisnissumsel.com –
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengingatkan agar kalangan berduit tak seharusnya pakai BBM Pertalite. Kata Bahlil orang kaya isi Pertalite sama saja mengambil hak rakyat.
Pemerintah bakal membatasi penggunaan Pertalite. Namun demikian, mekanisme pembaasannya masih dalam kajian. Belum ada keputusan pembatasan yang diumumkan hingga saat ini. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap pembatasan Pertalite itu dilakukan agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran.
“Masa kita mau pakai subsidi? Ya sudahlah, yang kaya-kaya, yang sudah mampu itu jangan ngambil hak rakyat lah, kira-kira begitu. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” ujar Bahlil dikutip detikFinance.
Adapun pembatasan Pertalite yang berlaku saat ini masih sebatas kuota 50 liter per hari per kendaraan. Kendaraan apapun masih bisa menggunakan Pertalite asalkan memiliki QR code dari hasil pendaftaran di laman subsiditepat.mypertamina.id.
Dalam beberapa kesempatan bahkan terlihat mobil sekelas Alphard kedapatan mengisi BBM Pertalite. Padahal kalau merujuk pada spesifikasi, Alphard tak seharusnya menggunakan BBM RON 90 itu. Di lain sisi, Alphard juga masuk golongan mobil mewah. Harga barunya saja menyentuh miliaran. Melihat dari harganya, tak seharusnya mobil kayak Alphard masih ‘minum’ Pertalite.
Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap, masyarakat yang masuk kategori desil 9 dan desil 10 berpotensi tak lagi diperbolehkan beli BBM subsidi. Pembatasan ini diperlukan lantaran penyaluran BBM subsidi sekelas Pertalite belum tepat sasaran.
“Jadi tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10. Supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap,” kata Purbaya usai menggelar rapat koordinasi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dikutip detikFinance.
Untuk diketahui, dikutip dari laman Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), desil merupakan kelompok kesejahteraan keluarga yang diukur berdasarkan variabel sosial ekonomi mencakup keterangan individu (pekerjaan, pendidikan), keterangan perumahan (kondisi rumah, daya listrik), dan kepemilikan aset.
Terdapat 10 desil yang masing-masing berisi 10 persen keluarga di Indonesia. Desil 9 dan desil 10 masuk dalam golongan keluarga dengan tingkat kesejahteraan 10 persen tertinggi.
(dry/din/detik)















