Jangan Diabaikan! 3 Kebiasaan Ini Ternyata Bikin Kamu Lebih Cepat Tua

Foto: Ilustrasi penuaan (Getty Images/Vajirawich Wongpuvarak)

Jakarta, bisnissumsel.com –

Kebiasaan tertentu dan paparan lingkungan ternyata bisa memengaruhi proses yang terlibat dalam kesehatan sel dan penuaan biologis.

Dikutip dari laman NYPost, pakar pengobatan fungsional Dr Will Cole meyakini bahwa faktor gaya hidup modern bisa berkontribusi pada disfungsi seluler, yang dapat memengaruhi peradangan, tidur, dan proses lainnya yang berkaitan dengan kesehatan secara keseluruhan.

“Genetika kita tidak berubah selama ribuan tahun, tetapi dunia kita telah berubah secara dramatis dalam periode waktu yang begitu singkat,” kata Cole yang berbasis di Pennsylvania kepada Fox News Digital.

“Ini semua tentang makanan yang kita makan atau tidak kita makan, racun lingkungan yang sebelumnya tidak pernah ada di lingkungan kita, serta stres dan trauma,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, berbagai tekanan tersebut dapat berkontribusi terhadap apa yang ia sebut sebagai “masalah penuaan yang dipercepat”, yaitu kondisi ketika usia biologis seseorang tidak sejalan dengan usia kronologisnya.

“Banyak orang berusia 20-an, 30-an, dan 40-an memiliki sel-sel tubuh seperti orang lanjut usia. Hal ini memang umum terjadi, tetapi bukan berarti normal,” ujarnya.

1. Pola Makan yang Tidak Sehat

Menurut Cole, mengonsumsi makanan yang tidak baik untuk tubuh merupakan pemicu utama gangguan kesehatan sel, terutama makanan yang menyebabkan peradangan.

Menurutnya, tidak menerapkan jadwal makan yang konsisten dan justru mengonsumsi makanan dalam rentang waktu yang panjang sepanjang hari tanpa memberikan tubuh cukup waktu untuk mencerna makanan dan berpuasa juga dapat mengganggu keseimbangan sel dalam tubuh.

2. Terkena Paparan Lingkungan Tertentu

Cole mengatakan, paparan lingkungan tertentu, seperti pestisida, herbisida, dan perfluoroalkyl substances (PFAS), atau yang terkadang disebut sebagai bahan kimia abadi, berpotensi menjadi masalah bagi kesehatan secara keseluruhan.

Dikutip dari laman Universitas Airlangga, PFAS merupakan kelompok bahan kimia yang telah digunakan secara luas dalam berbagai produk industri dan rumah tangga, seperti peralatan masak antilengket, pakaian outdoor, hingga pelapis kertas.

Para ahli mengatakan bahwa efek dari paparan tersebut bergantung pada zat, dosis, dan durasi kontak.

Cole juga mengungkapkan bahwa patogen menular, seperti bakteri dan virus, serta paparan jamur merupakan faktor yang bisa memengaruhi kesehatan.

Paparan blue screen di malam hari juga bisa mengganggu ritme sirkadian bagi sebagian orang. Sementara itu, jadwal tidur-bangun yang konsisten dan paparan cahaya di siang hari bisa mendukung tidur yang sehat dan kesehatan sel.

3. Stres Kronis dan Trauma

Cole menyebut stres kronis, trauma yang belum terselesaikan, serta kurangnya koneksi sosial atau spiritual menjadi faktor yang mungkin berkaitan dengan meningkatnya cellular noise atau gangguan pada fungsi sel.

“Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki ‘perjalanan iman’ cenderung hidup lebih lama, lebih sehat, lebih awet muda, dan lebih bersemangat.”

Menurut Cole, berbagai pemicu stres di kehidupan modern dapat memengaruhi tubuh dengan cara yang tidak selalu langsung terlihat.

“Sel menjadi bingung, sehingga tidak tahu bagaimana menjalankan fungsinya dengan baik dan memperbaiki dirinya sendiri,” ujarnya.

“Kita hanya perlu memberi tubuh kita kesempatan untuk mendengar di tengah kebisingan,” tambahnya.

(elk/naf/detik)