Kronologi Israel Larang Ethiopian Airlines Mendarat gegara Pilot Asal Indonesia

Jakarta, bisnissumsel.com –

Israel kembali memperketat aturan penerbangan dari maskapai asing. Kali ini, sebuah pesawat Ethiopian Airlines diminta kembali ke Ethiopia setelah diketahui salah satu pilotnya merupakan warga negara Indonesia.

Dilansir dari The Times of Israel, Rabu (14/10/2026), insiden tersebut terjadi pada Minggu (11/10) malam. Pesawat Ethiopian Airlines itu bahkan sudah mengudara ketika otoritas Israel mengetahui adanya awak yang tidak memenuhi ketentuan untuk masuk ke negaranya.

Menurut laporan Channel 13, daftar awak kabin baru diserahkan Ethiopian Airlines kepada otoritas Israel setelah pesawat lepas landas. Setelah mengetahui salah satu pilotnya berasal dari Indonesia, yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, pesawat tersebut diminta berbalik arah.

Pesawat kemudian kembali ke Ethiopia. Dalam perjalanan, pesawat membuang bahan bakar ke laut sebagai bagian dari prosedur sebelum mendarat. Setelah itu, pilot diganti dengan awak lain yang memiliki izin untuk mendarat di Israel.

Aturan tersebut merupakan bagian dari pengetatan keamanan penerbangan yang diberlakukan Kementerian Perhubungan Israel terhadap maskapai asing. Israel melarang anggota kru dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negaranya untuk bertugas dalam penerbangan menuju Israel.

Kebijakan itu mulai diterapkan pada 30 September, setelah terjadi upaya pembajakan pesawat Flydubai pada pekan sebelumnya.

Dalam insiden tersebut, seorang pilot yang berasal dari Oman, negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, mencoba mengambil alih pesawat dan menabrakkannya. Upaya tersebut berhasil digagalkan.

Kasus itu kemudian memicu penyelidikan terhadap sistem keamanan penerbangan Israel. Hasil penyelidikan menemukan bahwa selama bertahun-tahun Kementerian Perhubungan Israel dinilai belum menjalankan pemeriksaan keamanan yang memadai terhadap maskapai asing beserta awaknya yang terbang menuju Israel.

Sejumlah awak pesawat dari negara seperti Iran, Irak, Lebanon, dan Pakistan bahkan disebut dapat terbang ke Israel dengan relatif mudah selama bertahun-tahun.

Pekan lalu, Kementerian Perhubungan Israel akhirnya mengeluarkan surat kepada operator penerbangan yang menegaskan bahwa warga negara dari negara yang dianggap musuh tidak boleh ditugaskan sebagai pilot atau kru, bahkan tidak boleh melakukan perjalanan ke Israel.

Otoritas Israel juga akan melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan setiap operator penerbangan menjalankan program, langkah pengamanan, dan prosedur yang diperlukan guna mengantisipasi berbagai ancaman serta risiko penerbangan menuju Tel Aviv.

(fem/fem/detik)