Palembang, bisnissumsel.com –
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) menyalurkan dukungan sarana usaha UMK Warmindo sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli yang disalurkan melalui Yayasan Asa Insan Gemilang di Palembang. Dukungan yang diberikan meliputi perangkat dan perlengkapan usaha yang dapat dimanfaatkan langsung untuk menunjang operasional Warmindo.
Dalam pelaksanaannya, program ini diarahkan untuk memperluas akses UMK terhadap sarana usaha diantaranya pelaku usaha yang tengah berkembang dan membutuhkan dukungan sarana untuk meningkatkan kapasitas usahanya.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan TJSL PLN diarahkan pada program yang mampu mendorong masyarakat semakin berdaya.
“Bagi PLN, bantuan produktif bukan sekadar tentang barang yang diserahkan hari ini, tetapi tentang kesempatan yang dapat tumbuh setelahnya. Kami berharap sarana usaha ini menjadi modal bagi penerima manfaat untuk berusaha, memperoleh penghasilan secara mandiri, dan secara bertahap mengembangkan usahanya,” ujar Diksi.
Ahmad Yusril, Ketua Yayasan Asa Insan Gemilang selaku penerima manfaat menyambut dukungan tersebut sebagai kesempatan untuk membangun usaha secara lebih serius. Menurutnya, ketersediaan perlengkapan usaha menjadi bagian penting agar rencana yang selama ini dimiliki dapat mulai dijalankan.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi UMK kami. Selama ini pengembangan usaha terhambat karena perlengkapannya belum lengkap. Dengan bantuan ini, kami jadi lebih semangat untuk berjualan dan mudah-mudahan usahanya nanti bisa berkembang,” ujar Yusril.
Dukungan yang diberikan program PLN Peduli antara lain berupa gerobak usaha, perlengkapan memasak, kompor, meja dan kursi, serta perangkat pendukung lainnya. Sarana tersebut dipilih untuk mendukung operasional usaha Warmindo agar penerima manfaat dapat menjalankan kegiatan usahanya dengan perlengkapan yang memadai.
Yayasan Asa Insan Gemilang selaku penerima program selanjutnya diharapkan mengoptimalkan pemberian bantuan agar manfaatnya dapat menjangkau UMK yang menjadi sasaran program. Pengembangan UMKM ditempatkan sebagai salah satu upaya untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki dan mengembangkan usaha sendiri.
Bagi PLN UID S2JB, ukuran manfaat yang lebih penting adalah ketika sarana tersebut mulai digunakan, usaha mulai berjalan, dan penerima manfaat perlahan mampu membangun sumber penghasilan dari jerih payahnya sendiri. Karena itu, sebuah gerobak yang hari ini diserahkan bukan sekadar perlengkapan berjualan. Di tangan seseorang yang memiliki kemauan untuk berusaha, ia dapat menjadi titik awal menuju usaha yang mandiri, penghasilan yang lebih baik, dan masa depan yang dibangun melalui kerja keras.
(Ferdi/bs)















