Jakarta, bisnissumsel.com –
Pelari perlu mempersiapkan kondisi fisik dengan baik sebelum mengikuti perlombaan, terutama lari jarak jauh seperti marathon. Sejumlah hal penting masih kerap diabaikan, mulai dari memaksakan diri saat kondisi tubuh kurang fit hingga tidak memiliki strategi hidrasi yang tepat.
Spesialis kedokteran olahraga, dr Andi Kurniawan, SpKO, mengatakan, salah satu kesalahan yang sering dilakukan pelari adalah tetap mengikuti perlombaan demi mencapai target meski kondisi tubuh sedang tidak optimal.
Padahal, pelari yang bukan atelt profesional ketika mengikuti perlombaan umumnya juga memiliki kesibukan lain, seperti pekerjaan, sehingga kondisi fisik dan waktu latihan mereka tidak selalu ideal.
“Ketika dia kurang fit, dia tetap memaksakan untuk ingin mencapai targetnya,” kata dr Andi dalam program detikSore, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, pelari perlu mengevaluasi kondisi diri sebelum memutuskan untuk mengikuti perlombaan atau menentukan target yang ingin dicapai. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan antara lain kualitas tidur, kondisi kesehatan, beban pekerjaan, kecukupan latihan, hingga kondisi udara saat akan berlari.
“Kita bisa berdiskusi dengan diri kita sendiri, menanyakan kondisi tubuh kita sendiri, itu paling penting,” katanya.
Persiapan lain yang kerap diabaikan adalah latihan yang tidak memadai. Menurut dr Andi, mengikuti marathon membutuhkan latihan yang cukup lama.
“Marathon itu juga mereka berlatihnya berbulan-bulan, berminggu-minggu Sehingga ada long run, ada interval dan segala macam, nah itu mereka kurang,” kata dr Andi.
Selain latihan, waktu istirahat juga perlu diperhatikan.
“Jadi saya rasa tidurnya kurang, trainingnya juga kurang Itu jadi faktor resikonya,” tambahnya.
Persiapan berikutnya yang perlu diperhatikan adalah strategi hidrasi selama perlombaan. dr Andi mengatakan, sebagian pelari terkadang melewatkan kesempatan minum di water station karena ingin mengejar waktu.
(elk/up/detik)

















