Anak Krakatau Erupsi, BMKG: Belum Ada Anomali Muka Air Laut di Selat Sunda

Anak Krakatau erupsi (Getty Images/iStockphoto/andersen_oystein)

Jakarta, bisnissumsel.com –

BMKG terus memantau potensi tsunami imbas erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan belum ada potensi tsunami yang terdeteksi akibat erupsi Anak Krakatau.

Teuku mengatakan hal itu diperoleh berdasarkan pemantauan 20 tsunami gate yang dimiliki BMKG di sekitar Selat Sunda. Dia menyebut hingga pukul 07.00 WIB pagi ini belum ditemukan adanya anomali muka air laut.

“Hingga pukul 07.00 WIB pagi ini belum menunjukkan adanya anomali muka air laut, artinya potensi terjadi tsunami belum dapat kita pantau atau belum terpantau sampai saat ini melalui 20 tsunami gate yang dimiliki BMKG di sekitar Selat Sunda,” kata Teuku dalam konferensi pers daring, Minggu (6/9/2026).

BMKG juga melakukan pemantauan melalui metode high frequency radar di Pantai Carita dan Tanjung Lesung. Teuku mengatakan hingga saat ini potensi terjadi tsunami masih rendah.

“Untuk high frequency radar yang kita miliki ini sudah di-set dalam kondisi tsunami mode jadi ketika ada potensi tsunami kita langsung dapat memantau sejak dari jarak 150 km dari tepi pantai,” katanya.

Lebih lanjut Teuku berharap masyarakat di sekitar pesisir untuk tetap waspada. Warga juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah pesisr Selat Sunda dan yang di sekitar DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung dan Bengkulu agar tetap waspada namun tidak panik. Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti pembaruan dari BMKG, PVMBG, BNPB, serta instansi yang berwenang,” pungkas Teuku.

(ygs/idn/detik)