Jakarta, bisnissumsel.com –
Keterbatasan donor organ masih menjadi tantangan besar di dunia medis. Untuk mengatasinya, para ilmuwan mengembangkan transplantasi organ dari hewan ke manusia.
Babi menjadi salah satu hewan yang paling banyak diteliti. Sejauh ini, beberapa organ babi telah diuji coba pada manusia. Berikut deretan organ babi yang pernah didonorkan ke manusia.
Mengenal Xenotransplantasi
Xenotransplantasi adalah transplantasi organ atau jaringan dari hewan ke manusia. Dikutip dari laman The University of Alabama at Birmingham, para peneliti dan ahli bedah telah berupaya selama beberapa dekade untuk mengembangkan xenotransplantasi yang layak. Harapannya, teknologi ini dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Dikutip dari jurnal Animal Organs for Human Transplantation yang ditulis oleh Marlon F. Levy, MD, para ahli mempertimbangkan beberapa karakteristik hewan yang layak menjadi donor organ, seperti:
Hewan harus memiliki anatomi dan fisiologi yang sesuai agar organ dapat berfungsi dengan baik pada manusia.
Tidak boleh ada kemungkinan penularan penyakit lintas spesies dari hewan ke manusia.
Organ hewan yang ideal harus tahan terhadap penyakit manusia, terutama virus.
Hewan tidak boleh menimbulkan hambatan imunologis terhadap transplantasi ke manusia.
Pada akhirnya, penggunaan hewan dengan cara ini diharapkan hanya menimbulkan sedikit atau bahkan tidak ada kontroversi etika. Marlon mengatakan belum ada hewan yang memenuhi semua kriteria ideal tersebut. Namun, salah satu hewan yang sudah diujikan pada manusia adalah babi
Organ Babi yang Pernah Didonorkan ke Manusia
Berikut sejumlah kasus transplantasi organ babi ke manusia:
1. Jantung
Pada 7 Januari 2022, seorang pria asal Amerika Serikat, David Bennett, menjadi orang pertama di dunia yang mendapat transplantasi jantung dari babi hasil rekayasa genetika. Dikutip dari laman BBC, transplantasi ini dianggap sebagai harapan terakhir untuk menyelamatkan nyawanya, meski ketika itu belum diketahui dengan jelas bagaimana peluangnya untuk bertahan hidup dalam jangka panjang.
“Pilihannya hanya mati atau melakukan transplantasi ini,” kata Bennett sehari sebelum operasi.
“Saya tahu ini seperti mencoba sesuatu tanpa kepastian, tapi ini pilihan terakhir saya,” katanya.
Babi yang digunakan dalam transplantasi telah dimodifikasi secara genetik untuk menonaktifkan beberapa gen yang dapat menyebabkan organ tersebut ditolak oleh tubuh Bennett.
Pihak rumah sakit menyatakan bahwa jantung babi yang ditransplantasikan dapat bekerja dengan baik selama beberapa minggu setelah operasi dan mengklaim tidak ada penolakan dari tubuh Bennett.
Namun, beberapa minggu kemudian, Bennett mengalami kegagalan fungsi jantung. Serangan jantung menyebabkan kematiannya dua bulan setelah transplantasi, tepatnya pada 8 Maret 2022.
Selanjutnya, transplantasi jantung kedua dilakukan pada 20 September 2023. Penerima transplantasi jantung bernama Lawrence Faucette tersebut mengidap penyakit jantung stadium akhir.
Kendati demikian, setelah hampir enam minggu menerima transplantasi jantung, pria yang saat itu berusia 58 tahun tersebut meninggal dunia pada 30 Oktober 2023.
2. Ginjal
Ginjal juga menjadi organ babi yang pernah didonorkan ke manusia. Salah satu penerimanya adalah pria bernama Tim Andrew yang mengidap diabetes dan penyakit ginjal stadium akhir.
Dikutip dari laman CNN, Andrew menerima ginjal babi pada 25 Januari 2025 dan hidup dengan organ tersebut selama 271 hari. Setelah tubuhnya menolak organ tersebut, ginjal babi diangkat pada Oktober 2025 dan dirinya kembali menjalani dialisis.
Namun, pada 12 Januari 2026, dia mendapat kabar adanya ginjal manusia yang hampir cocok dengannya. Dia kemudian menjalani operasi transplantasi ginjal manusia keesokan harinya.
“Saya orang pertama yang menyeberangi jembatan itu. Saya satu-satunya orang di dunia yang pernah menerima ginjal babi dan kemudian menerima ginjal manusia setelahnya,” kata Andrew.
“Belum pernah ada orang yang menyeberangi jembatan itu. Itu keren,” tambahnya.
3. Hati
Hati juga menjadi organ lain yang ditransplantasikan ke manusia. Tak seperti jantung dan ginjal, hati lebih rumit untuk digantikan karena ukurannya yang besar dan memiliki banyak fungsi. Transplantasi hati telah dilakukan beberapa kali, di antaranya sebagai berikut.
Dikutip dari jurnal yang dipublikasikan dalam PubMed Central pada 6 Maret 2026, tim Profesor Wei Hongjian dari Yunnan Agricultural University bekerja sama dengan Rumah Sakit Afiliasi Pertama Anhui Medical University melakukan transplantasi hati babi hasil rekayasa genetika pada pasien berusia 71 tahun dengan kanker hati parah pada 17 Mei 2024. Setelah tujuh hari pascaoperasi, pasien dapat bergerak bebas dan tidak terdeteksi reaksi penolakan. Namun, pendarahan saluran pencernaan bagian atas yang berulang akhirnya menyebabkan pasien meninggal pada hari ke-171.
Kemudian, pada 31 Januari 2026, tim Profesor Zeng Zhong di Rumah Sakit Afiliasi Pertama dari Kunming Medical University berhasil melakukan transplantasi hati dan ginjal dari babi hasil rekayasa genetika dengan enam modifikasi gen kepada penerima yang mengalami kematian otak. Pascaoperasi, hati dan ginjal xenograft yang ditransplantasikan berfungsi secara terus-menerus selama 11 hari.
4. Paru-paru
Para ahli bedah juga mentransplantasikan paru-paru babi hasil rekayasa genetika ke manusia, menurut jurnal yang dipublikasikan di Nature Medicine pada 25 Agustus 2025. Transplantasi paru-paru kiri babi diberikan kepada pasien pria berusia 39 tahun yang mengalami kematian otak.
Dikutip dari laman The Guardian, tim menemukan bahwa paru-paru tetap hidup dan berfungsi selama sembilan hari serta tidak memicu penolakan hiperakut. Tidak ada pula tanda-tanda infeksi. Namun, 24 jam setelah transplantasi, paru-paru sempat menunjukkan penumpukan cairan dan kerusakan yang kemungkinan pada awalnya disebabkan oleh peradangan terkait transplantasi.
(elk/elk/detik)















