Benarkah Kiamat Terjadi pada Hari Jumat? Ini Penjelasan Hadits

Foto: Getty Images/iStockphoto/Ig0rZh

Jakarta, bisnissumsel.com-

Hari Jumat menjadi hari yang istimewa dalam Islam. Hari ini dikenal sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari.

Pada hari Jumat, umat Islam diwajibkan melaksanakan salat Jumat bagi laki-laki yang memenuhi syarat, dianjurkan memperbanyak doa, membaca Surah Al-Kahfi, dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Hadits Rasulullah tentang Kiamat pada Hari Jumat

Dasar utama yang menjelaskan bahwa kiamat akan terjadi pada hari Jumat berasal dari hadits sahih yang diriwayatkan Imam Muslim.

Dikutip dari buku Arbain (40 Hadits) Tentang Sholat Jum’at karya Nor Kandir, Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik hari ketika matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya, dan hari kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.” (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah RA, dalam potongan hadits yang panjang, Rasulullah SAW bersabda,

“Di hari Jumat terjadi kiamat. Dan tidak ada satu pun makhluk bumi melainkan mereka memasang telinga (waspada) pada hari Jumat, sejak waktu subuh hingga matahari terbit karena takut akan datangnya hari kiamat, kecuali jin dan manusia.” (HR Abu Dawud)

Dalam hadits lain dari Aus bin Aus RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari itu tiupan sangkakala pertama dilakukan, dan pada hari itu pula kematian massal (hari kiamat) terjadi.” (HR Abu Dawud)

Kumpulan hadits ini menunjukkan bahwa hari Jumat memiliki sejumlah peristiwa besar dalam sejarah manusia, mulai dari penciptaan Nabi Adam AS hingga terjadinya hari kiamat.

Benarkah Kiamat Pasti Terjadi pada Hari Jumat?

Berdasarkan hadits di atas, mayoritas ulama menjelaskan bahwa hari kiamat memang akan terjadi pada hari Jumat. Namun, hadits tersebut tidak menyebutkan tanggal, bulan, maupun tahun terjadinya kiamat.

Artinya, yang diketahui umat Islam hanyalah bahwa hari kiamat terjadi pada hari Jumat, sedangkan waktu pastinya tetap menjadi rahasia Allah SWT.

Al-Qur’an menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan hari kiamat akan terjadi selain Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 34,

إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ

Arab-Latin: Innallāha ‘indahụ ‘ilmus-sā’ah, wa yunazzilul-gaīṡ, wa ya’lamu mā fil-ar-ḥām, wa mā tadrī nafsum māżā taksibu gadā, wa mā tadrī nafsum bi`ayyi arḍin tamụt, innallāha ‘alīmun khabīr

Artinya: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman dalam surat Al-A’raf ayat 187,

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِىٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Arab-Latin: Yas`alụnaka ‘anis-sā’ati ayyāna mursāhā, qul innamā ‘ilmuhā ‘inda rabbī, lā yujallīhā liwaqtihā illā huw, ṡaqulat fis-samāwāti wal-arḍ, lā ta`tīkum illā bagtah, yas`alụnaka ka`annaka ḥafiyyun ‘an-hā, qul innamā ‘ilmuhā ‘indallāhi wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya’lamụn

Artinya: Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Ayat-ayat tersebut menjadi penegasan bahwa manusia tidak memiliki kemampuan mengetahui waktu pasti datangnya kiamat.

Wallahu a’lam.

(dvs/inf/detik)