Studi 350 Ribu Orang Buktikan Rutin Minum Kopi Turunkan Risiko Kanker Hati

Ilustrasi kopi. (Foto: Getty Images/frantic00)

Jakarta, bisnissumsel.com –

Secangkir kopi di pagi hari ternyata memberikan manfaat yang jauh lebih besar daripada sekadar penambah energi dan pengusir kantuk. Penelitian medis terbaru mengungkapkan bahwa kebiasaan minum kopi bisa menurunkan risiko penyakit hati kronis hingga kanker hati secara signifikan.

Studi yang diterbitkan pada 1 Juli 2026 dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology ini menemukan bahwa efek perlindungan tersebut akan semakin meningkat seiring dengan tingginya jumlah konsumsi kopi harian.

Riset berskala besar ini menganalisis data kesehatan dari 354.957 partisipan berusia 40 hingga 69 tahun yang terdaftar di UK Biobank. Pada awal penelitian, seluruh peserta dipastikan tidak memiliki riwayat sirosis maupun hepatoseluler karsinoma (kanker hati primer).

Berdasarkan hasil pelacakan tim peneliti, berikut adalah tingkat penurunan risiko penyakit berdasarkan jumlah cangkir kopi yang dikonsumsi setiap hari

1. Konsumsi 1 sampai 2 Cangkir Sehari

Penurunan risiko sirosis hati: 20 persen

Penurunan risiko kanker hati: 24 persen

Penurunan risiko kematian akibat penyakit hati: 31 persen

2. Konsumsi 3 sampai 4 Cangkir Sehari

Penurunan risiko sirosis dan kanker hati: 35 persen

Penurunan risiko kematian akibat penyakit hati: 41 persen

3. Konsumsi 5 Cangkir atau Lebih Sehari

Penurunan risiko sirosis hati: 32 persen

Penurunan risiko kanker hati: 47 persen

Penurunan risiko kematian akibat penyakit hati: 42 persen

Sebagai informasi klinis, sirosis adalah kondisi ketika organ hati mengalami kerusakan permanen atau pembentukan jaringan parut yang menggantikan jaringan sehat, sehingga hati tidak dapat berfungsi normal. Sementara itu, hepatoseluler karsinoma (HCC) merupakan jenis tumor ganas primer pada hati yang paling sering memicu kematian.

Bukan Cuma Kafein, Ini Rahasia di Balik Khasiat Kopi

Hal menarik dari temuan ini adalah efek perlindungan organ hati ternyata ditemukan pada kopi biasa (berkafein) maupun kopi dekaf (bebas kafein). Fakta ini mengindikasikan bahwa senyawa aktif seperti polifenol dan antioksidan di dalam biji kopi memegang peran yang jauh lebih besar daripada zat kafein itu sendiri.

“Kopi mengandung berbagai zat antioksidan kuat seperti asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat. Senyawa-senyawa ini bekerja aktif menekan stres oksidatif dan peradangan, sehingga mampu melindungi sel-sel hati dari kerusakan sekaligus menjaga kesehatan kardiometabolik,” jelas Michelle Routhenstein, pakar diet kardiologi preventif di Entirely Nourished.

Dr Hyunseok Kim, pakar hepatologi transplantasi dari Cedars-Sinai Medical Center sekaligus penulis utama studi ini, menambahkan bahwa riset ini sangat kuat karena berhasil menghubungkan pengamatan populasi dengan bukti biologis yang objektif melalui pemindaian MRI dan biomarker protein darah.

Meskipun kopi menawarkan proteksi yang tinggi, para pakar kesehatan menegaskan bahwa kopi bersifat sebagai pelengkap, bukan pengganti gaya hidup sehat. Pilar utama pencegahan penyakit hati tetaplah menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, membatasi alkohol, serta mengontrol kadar gula darah dan kolesterol.

Selain itu pastikan konsumsi kopi tanpa tambahan gula berlebih. Kopi hitam merupakan cara terbaik untuk meraup manfaat maksimal. Penambahan gula pasir, sirup perisa, krim kocok (whipped cream), atau krim nabati olahan yang tinggi kalori dan memicu peradangan.

(kna/kna/detik)