Unpad Dipercaya Pimpin Pengembangan Vaksin TBC Buatan Dalam Negeri

Unpad dipercaya pimpin riset vaksin TB buatan dalam negeri. Foto: Universitas Padjadjaran

Jakarta, bisnissumsel.com –

Saat resmi memimpin Indonesia, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan berbagai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di berbagai bidang, termasuk pendidikan dan kesehatan. Salah satu PHTC, berkaitan dengan pengentasan kasus Tuberkulosis (TB) di Indonesia.

Presiden Prabowo ingin kasus TB di nusantara bisa menurun hingga 50% pada 2029 mendatang. Salah satu upayanya adalah dengan pengembangan vaksin TB buatan dalam negeri.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Benjamin Paulus Octavianus menyatakan pengembangan vaksin TBC buatan dalam negeri akan dilakukan di Universitas Padjadjaran (Unpad). Hal ini selaras dengan tengah dibangunnya gedung khusus untuk pemberantasan TBC di Rumah Sakit Unpad.

Melihat hal itu, dr Benjamin mengusulkan agar penelitian vaksin dipusatkan di Unpad. Ia juga mengajak pihak lain untuk bergabung, termasuk dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).

“Jadi usul saya, semua peneliti baik dari Unpad, dari BRIN, atau dari tempat lain harus mau duduk bersama dalam satu wadah. Vaksin TB ini andalan kita. Usul saya penelitian vaksin ini secara nasional dipusatkan di Unpad,” tuturnya dikutip dari laman resmi Unpad Kamis, (16/7/2026).

Punya Rekam Jejak dengan Penelitian TBC

Rektor Unpad Prof Arief S Kartasasmita menyambut baik usul Kemenkes. Ia menyebut akan segera merumuskan langkah-langkah penelitian kepada Kemenkes.

“Alhamdulillah Unpad ditunjuk menjadi koordinator, dan nanti secara bersama-sama kita akan merumuskan langkah-langkah cepat yang bisa kita lakukan, baik jangka pendek dan jangka menengah agar di tahun 2029 nanti kita punya hasil yang signifikan mengenai penanganan TB,” katanya.

Unpad dinilai memiliki rekam jejak cukup panjang terkait penelitian TB. Ke depan, Arief menyatakan akan mengoordinasikan segala hal yang berkaitan dengan riset dan inovasi TB.

Selain itu, Unpad juga membuka kesempatan untuk perguruan tinggi, lembaga riset, kementerian terkait, rumah sakit, hingga masyarakat untuk berkolaborasi. Dalam waktu dekat, ia akan berkoordinasi dengan Bappenas agar program bisa segera dijalankan.

Dalam jangka pendek, Unpad berharap langkah ini bisa menurunkan kasus TB di Indonesia hingga 15 persen dengan melakukan screening dan tracing secara nasional. Selanjutnya, Unpad baru akan mengembangkan vaksin TB sebagai produk buatan dalam negeri.

“Sebuah kehormatan bagi Unpad diminta untuk memimpin konsorsium ini. Mudah-mudahan amanat yang disampaikan untuk Unpad ini bisa kami jaga dan bersama-sama dengan yang lain kami bisa menyukseskan program pengentasan masalah TB nasional,” tegasnya.

(det/nah/detik)