Dewi Sastrani Salurkan PMT untuk Ibu Hamil Berisiko Stunting, Angka Stunting Palembang Terus Turun 

Palembang, bisnissumsel.com –

Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui pendistribusian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil berisiko stunting di Kecamatan Plaju pada hari Senin tanggal 6 juli 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif yang difokuskan pada pemenuhan gizi ibu hamil sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting sejak masa kehamilan atau periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Program PMT ditujukan untuk meningkatkan status gizi ibu hamil yang berisiko melahirkan anak stunting. Selain itu, program ini juga bertujuan mencegah kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia pada ibu hamil, mendukung pertumbuhan janin secara optimal, serta meningkatkan peluang lahirnya bayi dengan kondisi sehat dan berat badan normal.

Intervensi gizi sejak masa kehamilan dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Pemenuhan nutrisi yang baik tidak hanya menjaga kesehatan ibu, tetapi juga menjadi fondasi bagi tumbuh kembang bayi agar terhindar dari risiko stunting.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Palembang bersama TP PKK menunjukkan hasil positif. Angka stunting di Kota Palembang terus mengalami penurunan, dari 157 balita pada tahun 2025 menjadi 136 balita hingga Mei 2026. Capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat berbagai program pencegahan secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam percepatan penurunan stunting sekaligus mendukung program unggulan TP PKK, yakni Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana (GKSTTB), TP PKK Kota Palembang melaksanakan program PMT melalui anggaran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palembang.

Sebanyak 179 ibu hamil berisiko stunting di 18 kecamatan menerima bantuan berupa susu dan telur yang didistribusikan secara bertahap selama tiga bulan, yaitu Mei, Juni, dan Juli 2026. Di Kecamatan Plaju sendiri, bantuan diberikan kepada delapan ibu hamil sebagai penerima manfaat.

Pemilihan susu dan telur sebagai bentuk PMT didasarkan pada kandungan protein, vitamin, dan mineral yang penting untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil sekaligus menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin secara optimal.

Distribusi PMT tersebut merupakan bagian dari strategi terpadu dalam meningkatkan status gizi ibu hamil, memperkuat edukasi kesehatan, serta memastikan proses tumbuh kembang janin berlangsung dengan baik sejak dalam kandungan.

Keberhasilan program ini juga didukung oleh sinergi berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, kader TP PKK, hingga seluruh pemangku kepentingan yang berperan aktif dalam pendataan, pendampingan, pemantauan, dan memastikan bantuan diterima oleh sasaran yang tepat.

TP PKK Kota Palembang memberikan apresiasi kepada seluruh kader TP PKK, tenaga kesehatan, serta stakeholder yang telah berkolaborasi dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

Melalui program ini, TP PKK Kota Palembang berharap upaya pencegahan stunting tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Seluruh masyarakat juga diharapkan turut berperan aktif dalam menjaga kesehatan ibu hamil sehingga setiap anak yang lahir di Kota Palembang memiliki kesempatan tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.

(Adi/bs)