Jakarta, bisnissumsel.com –
Gelombang panas di Korea Selatan diperkirakan mencapai puncaknya di Seoul pada 6 Agustus 2026, dengan suhu ibu kota diprediksi mencapai 39 derajat Celsius. Cuaca ekstrem yang melanda Korea Selatan tersebut telah dikaitkan dengan lebih dari 20 kematian.
“Cuaca panas ekstrem dengan skala yang belum pernah kita alami terus berlangsung dari hari ke hari. Kondisi gelombang panas yang sebelumnya hanya kita lihat dalam pemberitaan dari negara lain kini telah menjadi kenyataan kita,” kata Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dalam rapat penanganan gelombang panas pada 6 Agustus, dikutip dari The Strait Times.
Lee memerintahkan kementerian dan pemerintah daerah mengerahkan seluruh personel serta sumber daya yang tersedia hingga gelombang panas mereda. Ia menekankan pentingnya melindungi keselamatan masyarakat, memperkuat perlindungan bagi kelompok rentan, serta memperketat penerapan waktu istirahat bagi pekerja luar ruangan selama jam-jam terpanas.
Suhu yang diperkirakan mencapai 39 derajat Celsius tersebut mendekati rekor suhu tertinggi Seoul sebesar 39,6 derajat Celsius yang tercatat pada Agustus 2018, saat Korea Selatan terakhir kali dilanda gelombang panas bersejarah.
Peringatan tersebut disampaikan ketika Seoul kembali mengalami malam yang sangat panas, menjelang hari yang diperkirakan menjadi salah satu hari terpanas dalam sejarah modern kota tersebut.
Menurut Badan Meteorologi Korea (KMA), suhu di sejumlah wilayah Seoul hanya turun sedikit dari 30 derajat Celsius sepanjang malam. Media lokal juga memperlihatkan warga berbondong-bondong mencari tempat untuk berlindung dari panas, termasuk di sungai, pusat perbelanjaan, dan tempat-tempat lain yang dilengkapi pendingin udara.
Organisasi Bisbol Korea (KBO) membatalkan seluruh 10 pertandingan yang dijadwalkan pada 5 dan 6 Agustus setelah sejumlah penonton dilaporkan pingsan akibat panas. Salah satunya adalah seorang penonton yang jatuh pingsan saat menyaksikan pertandingan di Incheon.
(suc/naf/detik)














