Golongan Darah Bisa Pengaruhi Kepribadian? Begini Menurut Sains

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Photobuay)

Jakarta, bisnissumsel.com –

Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda. Kepribadian setiap orang tersusun secara unik dari berbagai hal seperti kreativitas, kecenderungan dalam bersosialisasi, hingga temperamen.

Namun, di beberapa tempat terdapat beberapa gagasan seperti ‘ketsueki-gata’ di Jepang yang menjadi teori kepribadian berdasarkan golongan darah seseorang. Menurut teori tersebut, perbedaan pada permukaan sel darah dari setiap golongan darah dapat memicu respons biologis yang berbeda, yang kemudian memengaruhi kepribadian seseorang.

Dikutip dari Psychcentral, sejak konsep ini muncul di Jepang pada akhir 1920-an, teori kepribadian berdasarkan golongan darah telah menjadi subjek berbagai penelitian di seluruh dunia.

Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung adanya hubungan sebab-akibat antara golongan darah seseorang dan karakteristik kepribadiannya.

Bahkan dengan menggunakan metode penelitian yang lebih modern, sebuah studi pada 2021 yang meneliti hubungan antara golongan darah dan kepribadian tidak menemukan korelasi yang signifikan.

Teori kepribadian berdasarkan golongan darah pertama kali diperkenalkan pada 1929 ketika Profesor Tokeji Furukawa menerbitkan penelitian berjudul ‘A Study of Temperament and Blood-Groups’. Furukawa dalam penelitiannya menghubungkan kepribadian dengan berbagai golongan darah.

Furukawa menyajikan statistik awal untuk mendukung teorinya berdasarkan sampel populasi yang kecil. Setelah dipublikasikan, bukti tersebut kemudian dipertanyakan karena kemungkinan adanya pengaruh politik serta ukuran sampel yang terlalu kecil.

Teori tersebut kembali diperkenalkan kepada komunitas ilmiah pada 1970-an oleh peneliti independen sekaligus jurnalis, Masahiko Nomi. Dalam laporannya yang berjudul ‘Understanding Affinity Through Blood Type’, Nomi mengembangkan konsep Furukawa.

Ia memasukkan data dari berbagai metode penelitian, seperti kuesioner, survei, observasi, dan analisis statistik. Nomi mengembangkan teori awal tersebut dan menyatakan golongan darah mungkin berkaitan dengan penyakit atau kecenderungan fisik tertentu.

Laporan Nomi juga mendapat sorotan keras karena dianggap tidak terkontrol dan lebih banyak didasarkan pada bukti anekdotal.

Sama Sekali Tak Ada Hubungan Antara Kepribadian dan Goldar?

Meskipun sebagian besar penelitian menunjukkan golongan darah tidak secara langsung memengaruhi kepribadian, sejumlah ahli masih berpendapat mungkin ada hal lain yang perlu diperhatikan selain apa yang mengalir di dalam pembuluh darah.

Pada 2015, sebuah penelitian meneliti kepribadian dengan melihat kemungkinan hubungan antara golongan darah dan genetika.

Menurut penulis penelitian tersebut, beberapa golongan darah tampaknya memiliki kemungkinan genetik yang lebih besar untuk menghasilkan zat kimia tertentu di dalam tubuh yang dapat memengaruhi sifat impulsif dan kecenderungan mencari sensasi.

Dengan demikian, para peneliti menyatakan golongan darah mungkin memiliki kaitan dengan kepribadian. Namun, hal tersebut bukan berarti golongan darah merupakan ‘penyebab’ terbentuknya kepribadian.

Karena itu, penulis penelitian tersebut mengingatkan agar hasil penelitian ditafsirkan secara hati-hati, karena hubungan antara kepribadian dan golongan darah, jika memang ada, kemungkinan sangat kecil.

(avk/up/detik)