Jakarta, bisnissumsel.com –
Dalam keseharian, wortel telanjur identik dengan kesehatan mata. Salah satu motivasi makan wortel adalah biar matanya sehat, tidak gampang kena ‘mata minus’ alias rabun jauh.
Sayangnya, pemahaman ini tidak sepenuhnya benar. Dokter mata dari Mayapada Eye Center (MEC), dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K), menjelaskan ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang rentan mengalami mata minus.
Salah satunya, faktor genetik. Jika seseorang mewarisi ‘bakat’ untuk punya mata minus, maka pencegahan tidak bisa dilakukan hanya dengan makan wortel.
“Kalau hanya makan wortel, nggak mungkin mencegah genetik kalau memang ada turunan untuk minus tinggi,” kata dr Rini dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (9/9/2026).
Faktor lain yang juga berpengaruh adalah jarang periksa mata, atau tidak menggunakan kacamata yang seharusnya sesuai kebutuhan. Begitu juga dengan pengaruh lingkungan dan aktivitas, yang juga tidak bisa diatasi dengan makan wortel.
“Misalnya pasien tidak menggunakan kacamata yang benar atau tidak periksa, titik fokusnya jatuh pada area yang tidak tepat di daerah makula atau retinanya,” jelas dr Rini.
Namun demikian, tidak berarti wortel tidak ada manfaatnya bagi kesehatan. Menurut dr Rini, wortel sama bermanfaatnya seperti sumber nutrisi lainnya, hanya saja tidak secara spesifik punya keistimewaan bagi kesehatan mata.
“Wortel itu dari satu dari banyak (sumber) vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh badan. Tidak berdiri sendiri, butuh teman-temannya yang berwarna-warni untuk bikin mata kita tetap sehat,” tegas dr Rini.
(aur/up/detik)

















