Jakarta, bisnissumsel.com –
Tubuh manusia terdiri bekerja dalam sebuah sistem yang rumit dan organ yang sangat banyak. Namun, rupanya ada beberapa organ yang manusia bisa tetap hidup tanpanya.
Organ apa saja yang dimaksud?
1. Usus buntu
Usus buntu atau apendiks ini kira-kira berukuran sebesar jari kelingking dan berada di bagian kanan bawah usus besar. Untuk alasan yang belum sepenuhnya diketahui, bagian saluran pencernaan ini terkadang dapat tersumbat, terinfeksi, atau mengalami peradangan.
“Sesuai namanya, apendisitis berarti peradangan pada usus buntu. Kondisi ini terkadang dapat membaik dengan pengobatan antibiotik, tetapi sering kali diperlukan operasi darurat untuk mengangkat usus buntu, yang disebut apendektomi,” ungkap spesialis reumatologi dari Harvard, Robert H Shmerling, MD, dikutip dari Harvard Healh Publishing, Rabu (9/9/2026).
2. Amandel
Jaringan kelenjar getah bening yang tersebar di seluruh tubuh merupakan bagian dari sistem pengawasan kekebalan yang membantu menangkap penyusup berbahaya seperti bakteri dan virus.
Amandel sebagai kelenjar getah bening berukuran lebih besar dan khusus yang bertugas mengawasi penyusup tersebut. Amandel terletak di bagian belakang tenggorokan, di sisi kanan dan kiri serta di belakang uvula, yaitu jaringan yang menggantung di bagian belakang mulut.
“Pengangkatan amandel, yang disebut tonsilektomi, kini hanya direkomendasikan bagi orang yang mengalami infeksi tenggorokan akibat bakteri secara berulang, seperti radang tenggorokan akibat bakteri Streptococcus (strep throat), yang cukup umum terjadi pada anak-anak,” ungkap Shmerling.
“Setelah amandel diangkat, jaringan limfoid lainnya, termasuk kelenjar getah bening, dapat mengambil alih sebagian fungsi amandel,” sambungnya.
3. Adenoid
Organ ini terletak di bagian belakang hidung, tepat di area tempat saluran hidung bertemu dengan mulut dan tenggorokan, adenoid memiliki fungsi yang mirip dengan amandel.
Adenoid juga dapat mengalami peradangan, infeksi, dan pembengkakan. Karena itu, ketika amandel diangkat, adenoid biasanya juga diangkat pada saat yang sama.
Prosedur gabungan tersebut disebut tonsilektomi dan adenoidektomi. Sama seperti pada amandel, jaringan limfoid lainnya dapat mengambil alih fungsi adenoid setelah organ tersebut diangkat.
4. Kantong empedu
Kantong empedu terletak tepat di bawah hati, di bagian kanan atas perut. Organ ini menyimpan cairan empedu yang diproduksi hati dan melepaskannya ke saluran pencernaan ketika dibutuhkan untuk membantu mencerna makanan berlemak.
Kandung empedu mungkin perlu diangkat melalui operasi yang disebut kolesistektomi jika mengalami peradangan, suatu kondisi yang disebut kolesistitis.
“Kondisi tersebut paling sering terjadi akibat infeksi atau batu empedu, yaitu endapan empedu yang mengeras. Dalam beberapa kasus, istirahat dan antibiotik dapat membantu mengendalikan peradangan kandung empedu sehingga operasi dapat ditunda atau bahkan dihindari,” ucapnya.
5. Limpa
Limpa terdiri dari jaringan limfoid. Limpa menyaring darah dengan membuang organisme penyebab infeksi, sel darah yang sudah menua, serta sel-sel abnormal lain yang beredar dalam aliran darah. Namun, terkadang limpa menjadi terlalu aktif dan mulai menghancurkan sel-sel tubuh yang sebenarnya masih sehat.
Sebagai contoh, idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP) dapat terjadi ketika trombosit dihancurkan dan dikeluarkan dari peredaran darah.
Ketika jumlah trombosit dalam aliran darah sangat rendah, memar dan perdarahan dapat menjadi kondisi yang mengancam nyawa. Meskipun obat-obatan dapat membantu, pengangkatan limpa atau splenektomi terkadang diperlukan.
“Orang yang tidak memiliki limpa lebih rentan terhadap beberapa jenis infeksi. Karena itu, jika pengangkatan limpa tidak harus dilakukan segera, sejumlah vaksinasi direkomendasikan sebelum menjalani splenektomi,” tandasnya.
(avk/suc/detik)

















