Horor Gelombang Panas di Eropa Telan Ribuan Korban Jiwa

Gelombang panas ekstrem di Prancis. (Foto: REUTERS/Abdul Saboor)

Jakarta, bisnissumsel.com –

Gelombang panas ekstrem masih menyelimuti sejumlah negara di Eropa. Suhu yang menembus lebih dari 35 derajat Celsius memicu dampak luas, mulai dari meningkatnya angka kematian hingga terganggunya pasokan energi.

Prancis dan Spanyol menjadi dua negara yang mencatat dampak paling serius. Di saat yang sama, jutaan penduduk di berbagai negara Eropa masih menghadapi cuaca panas yang diperkirakan belum sepenuhnya mereda.

Prancis Catat Lebih dari 1.000 Kematian

Badan Kesehatan Masyarakat Prancis melaporkan lebih dari 1.000 kematian tambahan sejak 24 Juni saat gelombang panas melanda sebagian besar wilayah negara tersebut.

Dalam keterangannya, badan tersebut menyebut, “Sejak 24 Juni, sekitar 1.000 kematian tambahan (angka yang belum dikonsolidasikan) telah diamati dibandingkan dengan kematian yang tercatat pada bulan-bulan sebelumnya,” dilansir AFP, Minggu (28/6).

Sebanyak 85 persen korban berusia 65 tahun ke atas dan banyak meninggal di rumah, terutama di kawasan Ile-de-France yang mencakup Paris. Otoritas kesehatan juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kelompok rentan. “Pengamatan ini menjadi pengingat akan perlunya tindakan solidaritas terhadap orang-orang yang terisolasi atau mengalami kesepian yang mendalam, termasuk di daerah-daerah yang sangat urban.”

Spanyol Juga Alami Lonjakan Korban Jiwa

Di Spanyol, sistem pemantauan kematian MoMo memperkirakan gelombang panas berkontribusi terhadap 212 kematian tambahan pada 21 hingga 24 Juni 2026.

Data tersebut menggunakan pendekatan excess mortality, yakni selisih antara jumlah kematian yang terjadi dengan angka yang diperkirakan berdasarkan rata-rata sebelumnya. Sepanjang musim panas 2025, tercatat 3.832 kematian terkait panas, meningkat 87,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Gelombang panas tidak hanya melanda Prancis dan Spanyol. Analisis berdasarkan prakiraan cuaca Layanan Meteorologi Jerman dan proyeksi populasi menunjukkan sekitar 191 juta orang di Eropa diperkirakan mengalami suhu minimal 35 derajat Celsius pada Minggu (28/6).

Sekitar 381 juta orang diperkirakan menghadapi suhu di atas 30 derajat Celsius. Wilayah yang terdampak meliputi Jerman, Republik Ceko, Hongaria, Polandia, Italia, Austria, hingga Prancis. Jumlah warga terdampak di kawasan perkotaan diperkirakan lebih besar akibat efek pulau panas perkotaan.

(wia/idn/detik)