Horor Penembakan 3 Mahasiswa Palestina di AS, Biden Ngeri!

52
Presiden AS Joe Biden (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Jakarta, bisnissumsel.com –

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan pada hari Senin bahwa dia “ngeri” dengan penembakan tiga mahasiswa keturunan Palestina di negara bagian Vermont, AS. Otoritas AS meyakini penembakan itu sebagai kejahatan rasial.

“Mereka hanya merayakan Thanksgiving bersama keluarga dan orang-orang terkasih,” kata Biden dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (28/11/2023).

Polisi telah menangkap seorang tersangka penembakan yang menyebabkan tiga pemuda keturunan Palestina terluka. Saat kejadian, para korban sedang menghadiri pertemuan liburan Thanksgiving di dekat kampus Universitas Vermont pada Sabtu malam waktu setempat.

“Kami bergabung dengan warga Amerika di seluruh negeri dalam mendoakan kesembuhan mereka sepenuhnya,” kata Biden.

Biden menegaskan: “Sama sekali tidak ada tempat untuk kekerasan atau kebencian di Amerika. Titik.”

Para petugas dari Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak telah menangkap Jason J. Eaton (48), saat melakukan penggeledahan di area penembakan di Burlington pada pukul 15:38, hari Minggu waktu setempat, kata Departemen Kepolisian Burlington dalam sebuah pernyataan.

Pihak berwenang mengumpulkan bukti-bukti saat menggeledah apartemen Eaton di sebuah gedung di depan lokasi penembakan.

Menurut pihak berwenang, serangan yang melukai ketiga pria tersebut pada pukul 18.25 hari Sabtu itu, kemungkinan merupakan kejahatan rasial.

Dua dari ketiga pemuda tersebut berada dalam kondisi stabil dan yang lainnya menderita “cedera yang jauh lebih serius,” kata Kepala Polisi Burlington Jon Murad dalam sebuah pernyataan. Menurut polisi, ketiganya, semuanya berusia 20 tahun, sedang berjalan kaki saat berkunjung ke rumah salah satu kerabat korban, ketika mereka dihadang oleh seorang pria kulit putih yang membawa pistol.

“Tanpa berbicara, dia melepaskan sedikitnya empat peluru dari pistolnya dan diyakini telah melarikan diri,” kata Murad.

Komite Yahudi Amerika, sebuah organisasi advokasi bagi orang-orang Yahudi di seluruh dunia, juga mengatakan melalui media sosial X, sebelumnya Twitter, bahwa mereka “ngeri” dengan serangan itu dan mendesak “penegak hukum untuk menyelidiki tindakan ini sebagai kemungkinan kejahatan rasial.”

(ita/ita/detik)