Ilmuwan Temukan Golongan Darah yang Lebih Berisiko Kena Penyakit Jantung

2
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Mixmike

Jakarta, bisnissumsel.com –

Golongan darah ternyata bukan hanya penting saat kondisi darurat atau kebutuhan transfusi darah. Sejumlah penelitian menunjukkan jenis golongan darah juga dapat berkaitan dengan risiko beberapa penyakit, termasuk penyakit jantung.

Penyakit jantung sendiri mencakup serangan jantung, stroke, gagal jantung, hingga gangguan irama jantung. Lantas, golongan darah mana yang paling berisiko?

Golongan Darah A, B, dan AB Disebut Lebih Rentan

Menurut American Heart Association, orang dengan golongan darah A, B, atau AB memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan jantung atau gagal jantung dibandingkan pemilik golongan darah O.

Dalam sebuah studi tahun 2020, pemilik golongan darah A atau B diketahui memiliki risiko serangan jantung 8 persen lebih tinggi, dan risiko gagal jantung 10 persen lebih tinggi.

Tak hanya itu, risiko gangguan pembekuan darah juga meningkat. Orang dengan golongan darah A dan B disebut 51 persen lebih mungkin mengalami trombosis vena dalam, serta 47 persen lebih berisiko mengalami emboli paru.

Kedua kondisi ini merupakan gangguan serius yang juga dapat meningkatkan risiko gagal jantung.

Apa Penyebabnya?

Ahli hematologi dari Penn Medicine, Dr Douglas Guggenheim, menjelaskan salah satu penyebabnya diduga terkait peradangan yang lebih tinggi pada pemilik golongan darah A, B, atau AB.

Protein tertentu pada golongan darah tersebut diduga dapat menyebabkan penyumbatan atau penebalan lebih besar pada pembuluh darah vena maupun arteri. Hal ini berujung pada meningkatnya risiko pembekuan darah dan penyakit jantung.

“Singkatnya, seolah-olah tubuh telah berevolusi di sekitar lingkungannya untuk melindunginya sebaik mungkin,” ucap Dr Guggenheim, dikutip dari laman Cnet.

Golongan Darah O Lebih Aman?

Pemilik golongan darah O memang disebut memiliki risiko penyakit jantung dan pembekuan darah yang sedikit lebih rendah. Tetapi, bukan berarti orang dengan golongan darah ini bebas dari risiko.

Orang dengan golongan darah O justru dinilai lebih rentan mengalami perdarahan atau gangguan pembekuan darah tertentu. Beberapa penelitian juga menemukan risiko kehilangan darah lebih tinggi setelah persalinan pada wanita dengan golongan darah O.

Selain itu, pada kasus cedera berat, pemilik golongan darah O disebut bisa mengalami kondisi lebih buruk akibat kehilangan darah lebih banyak.

Golongan Darah AB Dikaitkan dengan Gangguan Kognitif

Penelitian lain menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah AB mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kognitif, dibanding golongan darah O. Kondisi ini meliputi kesulitan mengingat, sulit fokus, hingga gangguan dalam mengambil keputusan.

Perlukah Gaya Hidup Disesuaikan dengan Golongan Darah?

Meski golongan darah dapat memengaruhi risiko penyakit jantung, para ahli menegaskan faktor terbesar tetap berasal dari gaya hidup. Pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, stres, hingga paparan polusi jauh lebih menentukan kesehatan jantung seseorang.

Dr Guggenheim menegaskan tidak ada rekomendasi khusus berdasarkan golongan darah selain menjalani pola hidup sehat.

“Pola makan seimbang dan menyehatkan jantung secara umum akan menjadi rekomendasi dokter mana pun, dan saya katakan bahwa golongan darah ABO tidak mengubah hal itu,” kata Guggenheim.

“Saya rasa tidak ada manfaat perlindungan hanya dengan memiliki golongan darah O yang berkontribusi untuk terhindar dari penyakit,” tutupnya.

(sao/kna/detik)