Kapan Waktu Ideal Jalan Kaki untuk Bisa Turunkan Tekanan Darah? Ini Kata Pakar

Jalan kaki punya manfaat begi tekanan darah. Foto: Getty Images/wundervisuals

Jakarta, bisnissumsel.com –

Berbagai riset menunjukkan, jalan kaki punya efek menurunkan tekanan darah hingga beberapa jam setelahnya. Para pakar menyebutnya ‘post-exercise hypotension’.

Tapi kapan waktu ideal untuk jalan kaki agar mendapat manfaat yang optimal? Untuk menjawabnya, sejumlah riset pernah dilakukan dengan hasil yang bervariasi.

Beberapa menyebut, jalan kaki sore atau malam hari punya manfaat yang lebih besar. Namun demikian, perbedaannya tidak terlalu signifikan dibanding penelitian lain yang mengamati manfaat jalan kaki di pagi hari.

Seorang ahli jantung di Stanford University School of Medicine, Jason V Tso, MD, menyebut olahraga secara intens menjelang waktu tidur punya efek negatif. Termasuk jalan kaki, disebutnya bisa mempengaruhi kualitas tidur.

“Jadi bagi yang susah tidur setelah jalan cepat, boleh-boleh saja olahraga di waktu yang lain,” katanya.

Pada akhirnya, para pakar menyepakati waktu terbaik untuk jalan kaki adalah kapanpun asal punya waktu.

Faktor yang Mempengaruhi Manfaat Jalan Kaki

Dibanding pilihan waktu, beberapa faktor berikut lebih berpengaruh pada manfaat jalan kaki:

Konsistensi. Manfaat terbesar datang ketika seseorang konsisten bergerak. Rutin jalan kaki beberapa pekan atau bulan, akan memberikan manfaat yang signifikan bagi tekanan darah.

Baseline. Makin tinggi tekanan darah saat memulai jalan kaki, makin besar perbedaan yang bisa teramati.

Kebiasaan tidak sehat. Kurang tidur dan stres kronis bisa meningkatkan tekanan darah, sehingga manfaat jalan kaki kurang optimal. Begitupun diet yang tidak sehat seperti tinggi natrium.

Kecepatan. Dalam hal ini, kecepatan berkaitan dengan intensitas. The American Heart Association merekomendasikan aktivitas fisik dengan intensitas sedang setidaknya 150 menit tiap pekan. Jalan kaki termasuk.

(up/up/detik)