Kini Jemaah Haji Bisa Keliling Saudi Tanpa Paspor Fisik, Cukup Pakai ID Digital

2
Ilustrasi jemaah haji (Foto: Dok MCH 2026)

Jakarta, bisnissumsel.com –

Arab Saudi melalui Direktorat Jenderal Paspor berupaya agar jemaah haji memperoleh identitas pengunjung digital. Hal ini bertujuan memudahkan jemaah yang ingin pergi ke mana saja di dalam Arab Saudi.

Dilansir dari Saudi Gazette, identitas tersebut berfungsi sebagai dokumen resmi. Oleh karenanya, jemaah tidak perlu lagi membawa paspor fisik jika ingin melakukan perjalanan di dalam Saudi.

Direktorat Jenderal Paspor Saudi mengatakan jemaah haji bisa mendaftar di platform Absher milik Kementerian Dalam Negeri untuk mendapat identitas pengunjung digital. Nantinya, dokumen ini memudahkan pergerakan jemaah di seluruh wilayah Kerajaan.

Selain itu, Direktorat juga menyatakan identitas pengunjung digital menjadi dokumen resmi yang diakui yang memungkinkan jemaah bergerak dengan mudah dan aman selama masa tinggal di Saudi. Identitas tersebut juga menghilangkan kebutuhan bagi pemiliknya untuk membawa paspor fisik ketika bepergian di dalam negeri.

Beberapa waktu lalu, Direktorat Jenderal paspor Saudi juga membagi enam kategori orang yang memenuhi syarat selain ekspatriat untuk mengajukan izin masuk ke Makkah selama musim haji. Mereka yang masuk ke dalam kategori itu bisa mengajukan izin lewat platform Absher Individuals.

Keenam orang yang termasuk kategori itu antara lain WNA untuk tinggal, bekerja, dan memiliki properti di Saudi), investor, warga negara dari negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), ibu non-Saudi dari warga negara Saudi, anggota keluarga non-Saudi, serta pekerja rumah tangga.

Selain itu, dalam rangka menunjang pelaksanaan haji 1447 H/2026 M, Arab Saudi juga menambah kapasitas Saudi Arabia Railways hingga 2,2 juta kursi Kereta Cepat Haramain (Haramain High-Speed Railway). Peningkatan kapasitas ini bertujuan mengantisipasi lonjakan jemaah haji antar kota suci.

Jalur kereta cepat tersebut menghubungkan Makkah, Jeddah, Bandara Internasional King Abdulaziz, King Abdullah Economic City hingga Madinah. Diperkirakan lebih dari 5.300 perjalanan akan dioperasikan selama musim haji 2026.

Nantinya, perjalanan itu didukung dengan 35 kereta listrik modern yang setiap rangkaiannya bisa mengangkut hingga 417 penumpang dalam sekali perjalanan.

(aeb/inf/detik)