Los Angeles Tetapkan Keadaan Darurat Usai Gudang Terbakar Berhari-hari

Asap hitam akibat kebakaran gudang di Los Angeles (Foto: AFP/ETIENNE LAURENT)

Los Angeles, bisnissumsel.com –

Kebakaran gudang di Los Angeles, Amerika Serikat (AS) tak kunjung padam sejak Rabu sore waktu setempat. Pemerintah setempat menetapkan keadaan darurat.

“Ini adalah insiden besar yang bersifat multi-yurisdiksi. (Penetapan ini akan) memastikan kota ini memiliki sumber daya yang dibutuhkan,” kata Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, seperti dilansir AFP, Minggu (21/6/2026).

Kebakaran terjadi pada Rabu sore di gudang makanan beku seluas 46.400 meter persegi. Pejabat berwenang mengatakan kebakaran diduga akibat kebocoran amonia dan melelehnya panel surya mempersulit pemadaman.

“Bau asap telah mencapai sebagian besar kota, dan kami mendorong semua orang untuk membatasi paparan asap sebanyak mungkin,” kata Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles dalam sebuah postingan di Facebook.

Api sudah berhasil dipadamkan di gudang namun terus berkobar hingga mengeluarkan asap berbau plastik terbakar.

Sejak awal, warga sekitar gudang di Boyle Heights, lingkungan beragam di Los Angeles timur, diperingatkan untuk berlindung di tempat, menutup jendela.

Pihak berwenang membuka pusat bantuan 24 jam bagi orang-orang yang tidak dapat melarikan diri dari asap.

Namun petugas pemadam kebakaran telah mencabut perintah tersebut. Petugas damkar mengatakan bahwa asap tersebut tidak beracun atau berbeda dari kebakaran bangunan biasa.

Pejabat kualitas udara telah mengeluarkan peringatan bagi masyarakat di daerah yang terkena dampak untuk menghindari aktivitas di luar ruangan.

Anggota Dewan Kota Ysabel Jurado, yang mewakili distrik tempat kebakaran terjadi, menyampaikan kekhawatirannya atas dampak kesehatan jangka panjang di Boyle Heights.

“Warga telah melewati hari-hari yang dipenuhi asap, perintah untuk tetap tinggal di rumah, gangguan terhadap kehidupan sehari-hari, dan pertanyaan yang terus berlanjut tentang apa dampaknya bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka,” katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

(lir/knv/detik)