Minum Air Dingin Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta? Begini Jawaban Dokter Gizi

Foto ilustrasi: Getty Images/Premyuda Yospim

Anggapan minum air dingin atau air es bisa menyebabkan berat badan naik dan membuat perut buncit masih populer di masyarakat. Tak sedikit orang yang berjuang diet rela untuk tidak menyentuh air es demi menjaga bentuk tubuh.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa anggapan air dingin bikin gemuk hanyalah mitos belaka. Menurutnya, air putih dingin murni tidak memiliki kandungan energi alias nol kalori.

“Jadi kalau untuk minum air dingin tanpa ditambahin gula, tanpa teh, itu nggak bikin berat badan naik. Air dingin itu 0 (nol) kalori ya, kalau misalnya benar-benar air putih tanpa tambahan gula, susu, atau teh,” beber dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (15/10/2026).

dr Yaze meluruskan bahwa pemicu utama kenaikan berat badan bukanlah suhu air yang diminum, melainkan bahan pemanis tambahan yang kerap menyertai sajian air dingin tersebut.

“Tapi kalau misalnya ada tambahan gula, susu, teh, ya sudah pasti kalorinya akan naik. Walaupun dia minum saat dingin, panas, tetap aja akan naik. Jadi kalau misalnya cuma air dingin saja sama es batu yang juga isinya adalah air putih itu nggak ada masalah,” tegasnya.

Bantu Bakar Kalori Tubuh

Menariknya, dr Yaze menjelaskan bahwa mengonsumsi air dingin justru memberikan dorongan kecil pada pembakaran kalori harian. Hal ini terjadi karena sistem metabolisme tubuh akan bekerja untuk menyesuaikan suhu air dingin yang masuk, agar seimbang dengan suhu internal tubuh.

“Terus juga kalau misalnya kita minum air dingin itu pasti masuk ke dalam tubuh kita, nanti akan dinetralkan supaya suhunya sama kayak suhu tubuh kita. Justru kalori tubuh kita yang membuat air ini jadi suhu tubuh, itu juga ngebakar kalori,” kata dr Yaze.

“Lumayan juga membantu sedikit untuk membakar kalori dalam tubuh,” tutupnya.

(sao/kna/detik)