Niat Sholat 5 Waktu Lengkap, Syarat Sholat dan Waktu Pelaksanaannya

Ilustrasi sholat. Foto: Getty Images/CihatDeniz

Jakarta, bisnissumsel.com –

Sholat lima waktu merupakan rukun Islam kedua yang hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap muslim yang telah balig dan berakal. Menjalankan sholat lima waktu tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi juga menjadi sarana utama komunikasi dan penghambaan kepada Sang Pencipta.

Dalam pelaksanaannya, niat menjadi salah satu rukun yang sangat menentukan keabsahan ibadah sholat. Sebelum membaca niat, penting juga bagi kita untuk memahami syarat sah, serta pembagian waktu pelaksanaannya.

Dalil Perintah Sholat 5 Waktu

Perintah mendirikan sholat termaktub secara tegas dalam Al-Qur’an dan hadits. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ankabut ayat 45:

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

“Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Selain itu, dalam hadits Nabi SAW dijelaskan bahwa sholat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat. Abdullah bin Qurth berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“Amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholat. Jika sholatnya baik, maka seluruh amalnya (dinyatakan) baik, dan jika sholatnya rusak, maka seluruh amalnya (dinyatakan) rusak.” (HR Thabrani)

Bacaan Niat Sholat 5 Waktu

1. Niat Sholat Subuh (2 Rakaat)

أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (إِمَامًا / مَأْمُومًا) لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli fardhash-shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adá-an (imaman / ma’muman) lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat (sebagai imam / sebagai makmum) karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Sholat Zuhur (4 Rakaat)

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (إِمَامًا / مَأْمُومًا) لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli fardhadz-dhuhri arba’a raka’atin mustaqbilal qiblati adá-an (imaman / ma’muman) lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat (sebagai imam / sebagai makmum) karena Allah Ta’ala.”

3. Niat Sholat Asar (4 Rakaat)

أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (إِمَامًا / مَأْمُومًا) لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli fardhal-‘ashri arba’a raka’atin mustaqbilal qiblati adá-an (imaman / ma’muman) lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat (sebagai imam / sebagai makmum) karena Allah Ta’ala.”

4. Niat Sholat Magrib (3 Rakaat)

أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (إِمَامًا / مَأْمُومًا) لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli fardhal-maghribi thalatha raka’atin mustaqbilal qiblati adá-an (imaman / ma’muman) lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat (sebagai imam / sebagai makmum) karena Allah Ta’ala.”

5. Niat Sholat Isya (4 Rakaat)

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (إِمَامًا / مَأْمُومًا) لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli fardhal-‘isya-i arba’a raka’atin mustaqbilal qiblati adá-an (imaman / ma’muman) lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat (sebagai imam / sebagai makmum) karena Allah Ta’ala.”

Syarat-Syarat Sholat

Mengutip Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq dan Bulughul Maram karya Ibnu Hajar al Asqalani, terdapat beberapa syarat yang wajib dipenuhi sebelum seseorang menunaikan sholat agar ibadahnya sah:

Masuk Waktu Sholat dan Menghadap Kiblat: Meyakini waktu sholat telah tiba dan mengarahkan dada ke arah Ka’bah.

Suci dari Hadats Kecil maupun Besar: Wajib berwudhu, tayamum, atau mandi wajib.

Suci Badan, Pakaian, dan Tempat yang Akan Digunakan untuk Sholat: Terbebas dari najis yang terlihat oleh pancaindra.

Menutup Aurat: Bagi laki-laki antara pusat hingga lutut, dan bagi perempuan seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

Menghadap Kiblat: Selama seseorang yang ingin menunaikan sholat bukan musafir dalam kendaraan, maka wajib menghadap kiblat.

Pembagian Waktu Sholat 5 Waktu

Masih dalam sumber yang sama, dijelaskan pembagian waktu pelaksanaan sholat 5 waktu, yaitu:

Subuh: Dimulai sejak terbitnya fajar shadiq hingga sebelum terbitnya matahari (syuruq).

Zuhur: Dimulai sejak tergelincirnya matahari dari tengah-tengah langit dan berakhir ketika bayangan suatu benda sama dengan benda tersebut.

Asar: Dimulai ketika bayangan suatu benda sama dengan benda tersebut dan berakhir saat matahari terbenam.

Magrib: Dimulai sejak terbenamnya matahari hingga hilangnya warna kemerah-merahan pada langit.

Isya: Dimulai sejak hilangnya awan merah hingga tengah malam (sebelum) terbitnya fajar shadiq.

(inf/inf/detik)