PEMUDA YANG TERSERET ARUS SUNGAI OGAN DITEMUKAN MENINGGAL DUNIA OLEH TIM SAR GABUNGAN

OGAN ILIR, bisnissumsel.com –

Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan M. Remon Saputra (20), pemuda asal Desa Talang Dukun, Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir, yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Ogan, Dusun I, Desa Lubuk Rukam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir.

Korban ditemukan pada Minggu malam (30/8/2026) sekitar pukul 20.40 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan mengapung sekitar 50 meter dari lokasi awal kejadian.

Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, S.E., mengatakan setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan selanjutnya dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan pencarian secara maksimal oleh Tim SAR Gabungan, korban berhasil ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi awal kejadian. Korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya,” ujar Raymond.

Raymond menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR, mulai dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, BPBD, pemerintah setempat, hingga masyarakat yang turut membantu proses pencarian.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan dan masyarakat yang telah bersama-sama melaksanakan pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ungkapnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Basarnas Kantor SAR Palembang kembali mengimbau seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai maupun perairan. Masyarakat diminta tidak berenang di lokasi yang tidak aman serta selalu memperhatikan kondisi arus, kedalaman, dan lingkungan sekitar.

“Jangan pernah mengabaikan faktor keselamatan ketika beraktivitas di perairan. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas berenang di sungai yang memiliki arus deras atau kondisi yang membahayakan,” pungkas Raymond.(Ferdi/bs)