Jakarta, bisnissumsel.com –
Seberapa keras seseorang berolahraga kerap dianggap sebagai tolok ukur kekuatan, daya tahan, dan stamina. Namun, meningkatkan intensitas latihan tidak boleh dilakukan sembarangan.
Tubuh tetap membutuhkan waktu untuk pulih, sementara kemampuan jantung dalam menanggung beban latihan juga perlu diperhatikan. Mengenai intensitas olahraga dan kesehatan jantung, spesialis jantung di Yashoda Medicity, India, dr Manish Aggarwal, mengatakan bahwa kondisi tubuh harus dipantau dengan cermat ketika seseorang meningkatkan intensitas olahraga.
Olahraga Berlebihan Bisa Berdampak Buruk pada Jantung?
Keinginan untuk menjalani gaya hidup sehat terkadang membuat seseorang memaksakan diri saat berolahraga. Dikutip dari laman Hindustan Times, dr Agrawal mengatakan aktivitas seperti latihan maraton, high-intensity interval training (HIIT), bersepeda jarak jauh, latihan boot camp, hingga olahraga di pusat kebugaran perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan tubuh.
Olahraga teratur dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Namun, orang yang belum terbiasa berolahraga perlu berhati-hati sebelum langsung melakukan latihan berat.
Dokter jantung ini menekankan pentingnya meningkatkan intensitas olahraga secara bertahap. Jantung, otot, dan persendian membutuhkan waktu untuk beradaptasi, terutama ketika seseorang beralih dari olahraga sesekali ke rutinitas latihan yang lebih berat.
Lantas, apakah olahraga ketahanan berdampak buruk bagi jantung? Menurut dr Aggarwal, tidak demikian. Meski begitu, intensitas dan durasi latihan tetap perlu diperhatikan.
Berapa Lama Durasi Latihan yang Ideal?
Lantas, berapa lama waktu yang dianjurkan untuk berolahraga setiap minggu? dr Aggarwal menjelaskan bahwa durasi dan intensitas latihan perlu disesuaikan dengan tingkat kebugaran, usia, kondisi kesehatan, serta kemampuan tubuh untuk pulih.
“Bagi sebagian besar orang dewasa, titik awal yang praktis adalah setidaknya 150 menit aktivitas aerobik sedang atau 75 menit aktivitas berat setiap minggu, bersamaan dengan latihan penguatan otot setidaknya dua hari. Mereka yang sudah aktif dapat secara bertahap meningkatkan volumenya, tetapi intensitasnya tetap harus disesuaikan dengan kebugaran, usia, kondisi kesehatan, dan kapasitas pemulihan mereka,” katanya.
Selain memperhatikan durasi latihan, seseorang juga perlu mengenali tanda-tanda bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak waktu untuk pulih. Beberapa di antaranya meliputi:
Kelelahan berlebihan.
Penurunan performa olahraga.
Gangguan tidur atau insomnia.
Denyut jantung saat istirahat yang lebih tinggi dari biasanya.
Nyeri otot yang berlangsung terus-menerus.
Penurunan kemampuan berolahraga secara mendadak.
Adapun sejumlah tanda saat berolahraga yang mengharuskan seseorang segera mendapatkan pertolongan medis, di antaranya:
Nyeri dada
Sesak napas yang tidak dapat dijelaskan
Pusing atau pingsan
Kelelahan yang tidak biasa selama berolahraga
Detak jantung cepat atau tidak teratur
dr Aggarwal juga menekankan pentingnya menjaga kecukupan cairan, memenuhi kebutuhan nutrisi, tidur yang cukup, dan menyediakan waktu istirahat di antara sesi latihan, terutama ketika intensitas olahraga meningkat.
(elk/kna/detik)

















