Palembang, bisnissumsel.com –
Tim SAR Gabungan melanjutkan operasi pencarian terhadap dua orang anak yang dilaporkan hanyut dan tenggelam di Sungai Musi, tepatnya di Desa Karang Gede, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.
Adapun identitas korban yaitu:
1. Else binti Dodo (12 tahun), perempuan
2. Bulan binti Ledi (12 tahun), perempuan
Kedua korban diketahui merupakan siswa SD Negeri 01 Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang.
Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian bermula pada Rabu, 6 Mei 2026 sekitar pukul 12.30 WIB. Korban bersama empat orang rekannya sepulang sekolah pergi ke Sungai Musi untuk mandi dan berenang. Saat sedang mandi, mereka tiba-tiba terseret derasnya arus sungai. Tiga orang teman korban berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian sungai. Namun nahas dialami Else dan Bulan yang hanyut sambil berpelukan hingga akhirnya tenggelam. Rekan korban sempat melakukan pencarian secara spontan, namun kedua korban tidak berhasil ditemukan. Diketahui kedua korban tidak dapat berenang.
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin mengatakan bahwa pencarian hari ini merupakan operasi SAR hari kedua.
“Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan air menggunakan perahu rafting dikarenakan kondisi sungai yang berarus deras dan berbatuan. Area pencarian dilakukan sejauh kurang lebih 10 KM² ke arah tenggara serta penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada di sepanjang pesisir sungai,” ujar Raymond.
Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, BPBD, Pemerintah Desa, relawan serta masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaan operasi SAR, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan berupa derasnya arus sungai dan kondisi sungai yang berbatu sehingga membahayakan personel pencarian. Peralatan yang digunakan dalam operasi SAR meliputi perahu rafting, peralatan water rescue, serta alat komunikasi.
Hingga saat ini kedua korban masih dalam pencarian dan operasi SAR masih terus berlangsung. Rencana operasi selanjutnya yaitu melakukan penyelaman apabila kondisi dan situasi di lapangan memungkinkan.
“Kami berharap korban dapat segera ditemukan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di sungai, terutama bagi anak-anak dan masyarakat yang tidak memiliki kemampuan berenang,” tutup Raymond Konstantin. (HMS)














