PLN Siapkan Dukungan Kelistrikan untuk Rencana Pengembangan PLTP Bukit Hitam

Kepahiang, bisnissumsel.com –

Potensi panas bumi di kawasan Bukit Hitam, Kabupaten Kepahiang, membuka peluang baru bagi pengembangan energi bersih di Bengkulu. PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kepahiang mulai memetakan kebutuhan dan kesiapan aspek kelistrikan guna mendukung rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bukit Hitam (11/9).

Langkah tersebut dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi sejak tahap perencanaan untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan kelistrikan, kondisi infrastruktur, hingga berbagai aspek teknis yang perlu diperhatikan apabila pengembangan PLTP Bukit Hitam berlanjut ke tahapan berikutnya.

Koordinasi sejak dini dinilai penting agar kebutuhan sistem kelistrikan dapat dipersiapkan selaras dengan perkembangan rencana proyek, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, serta kondisi masyarakat di sekitar lokasi.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Diksi Erfani Umar, mengatakan pemanfaatan sumber energi terbarukan menjadi bagian penting dalam membangun sistem energi yang semakin berkelanjutan.

“Setiap daerah memiliki potensi energi yang berbeda dan perlu dimanfaatkan secara optimal dengan tetap memperhatikan kesiapan teknis, lingkungan, dan masyarakat. Potensi panas bumi di Kepahiang menjadi peluang yang perlu dipersiapkan melalui koordinasi yang baik antarpihak sejak tahap awal,” ujar Diksi.

Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kepahiang, Kevin Prayoga, mengatakan koordinasi sejak tahap awal diperlukan agar kebutuhan kelistrikan dapat dipetakan sejalan dengan perkembangan rencana PLTP Bukit Hitam.

“Potensi panas bumi Bukit Hitam merupakan peluang yang menarik dalam pengembangan energi bersih di Kepahiang. Dari sisi PLN, kami perlu melihat sejak awal bagaimana kebutuhan kelistrikan dan kesiapan sistem dapat dipetakan dengan baik. Karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait menjadi penting agar setiap tahapan dapat dipersiapkan secara terarah,” ujar Kevin.

Melalui koordinasi dan peninjauan kondisi lapangan, PLN juga memperoleh gambaran mengenai karakteristik lokasi yang perlu menjadi perhatian dalam perencanaan infrastruktur kelistrikan. Kondisi akses, kontur wilayah, keselamatan pekerjaan, serta kebutuhan teknis lainnya menjadi bagian yang perlu diperhitungkan dalam tahapan perencanaan.

Manajer PLN UP3 Bengkulu, Teguh Aang Harmadi, menilai pengembangan potensi energi terbarukan membutuhkan sinergi berbagai pihak agar dapat dipersiapkan secara optimal.

“Pengembangan energi panas bumi bukan hanya berbicara mengenai potensi sumber energi, tetapi juga kesiapan sistem pendukungnya. Aspek jaringan, keselamatan, kebutuhan infrastruktur, hingga kondisi lapangan perlu dilihat secara menyeluruh. Karena itu, koordinasi sejak awal menjadi langkah penting agar perencanaannya dapat berjalan dengan baik,” ungkap Teguh.

Panas bumi merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan sistem energi rendah karbon. Kehadiran potensi tersebut di Kepahiang diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan sumber daya energi lokal sekaligus mendukung pembangunan daerah apabila seluruh tahapan pengembangan dapat direalisasikan sesuai ketentuan.

Melalui koordinasi yang terus dibangun, PLN ULP Kepahiang siap mendukung aspek kelistrikan sesuai kewenangannya dalam rencana pengembangan PLTP Bukit Hitam. Sinergi antarpihak diharapkan menjadi fondasi agar potensi energi panas bumi Kepahiang dapat dikembangkan secara terencana, aman, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta sistem kelistrikan Bengkulu.

(Ferdi/bs)