Jambi, bisnissumsel.com–
Upaya mendorong UMKM naik kelas tidak lagi cukup hanya melalui peningkatan kualitas produk. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital, kemampuan memasarkan produk melalui platform online menjadi faktor penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha.
Sebagai pembina Rumah BUMN Jambi, PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) terus memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program pelatihan pemasaran digital. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan TikTok Shop & Content Marketing yang diikuti 25 UMKM binaan Rumah BUMN Jambi.
Pelatihan yang berlangsung di Rumah BUMN Jambi pada Rabu (17/6) tersebut berfokus pada penguasaan strategi pembuatan konten digital dan teknik live shopping yang saat ini menjadi salah satu kanal pemasaran efektif untuk menjangkau konsumen secara lebih luas.
General Manager PLN UID S2JB Diksi Erfani Umar mengatakan, transformasi digital membuka peluang besar bagi UMKM untuk berkembang. Karena itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan platform digital menjadi bagian penting dari upaya menciptakan UMKM yang lebih tangguh dan kompetitif.
“Melalui Rumah BUMN Jambi, PLN ingin memastikan program pemberdayaan yang kami jalankan benar-benar menjawab kebutuhan UMKM saat ini. Jika sebelumnya tantangan utama adalah produksi, kini tantangannya adalah pemasaran dan kemampuan menjangkau konsumen di ruang digital. Karena itu, pelatihan seperti ini menjadi penting agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memperluas pasarnya.” ujar Diksi.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai cara membuat video pendek yang menarik, menyusun alur cerita konten, menentukan sudut pengambilan gambar, hingga menyampaikan pesan promosi yang efektif. Seluruh materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dipraktikkan langsung menggunakan produk usaha masing-masing.
Narasumber pelatihan, Thoriq Fadhil Nawawi yang merupakan Affiliate TikTok dan content creator, membagikan pengalaman serta strategi membangun konten yang sesuai dengan karakter pengguna TikTok. Peserta diajak memahami pentingnya menciptakan kesan pada beberapa detik pertama video agar mampu menarik perhatian calon konsumen.
Selain pembuatan konten, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai persiapan dan pelaksanaan live shopping. Materi mencakup pengaturan lokasi siaran, pencahayaan, penataan produk, hingga teknik berinteraksi dengan audiens secara langsung.
Kemampuan membangun komunikasi yang interaktif selama siaran langsung dinilai penting karena dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus mendorong keputusan pembelian secara real time.
Pelatihan ini merupakan lanjutan dari sesi sebelumnya yang telah membekali peserta dengan kemampuan dasar mengelola TikTok Shop, mulai dari pembuatan akun penjual, pengunggahan produk, hingga aktivasi fitur keranjang kuning. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami cara membangun toko digital, tetapi juga strategi mendatangkan pengunjung dan mengonversinya menjadi transaksi.
Diksi menambahkan, penguatan literasi digital bagi UMKM merupakan investasi jangka panjang yang akan membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perubahan pasar yang semakin dinamis.
“Produk-produk lokal Jambi memiliki kualitas yang mampu bersaing. Tantangannya adalah bagaimana produk tersebut dapat dikenal oleh lebih banyak konsumen. Melalui penguasaan pemasaran digital, kreativitas konten, dan pemanfaatan fitur perdagangan elektronik, kami berharap UMKM binaan dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Mereka aktif mengikuti sesi praktik pembuatan konten maupun simulasi live shopping yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dalam memasarkan produk secara digital.
Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, PLN UID S2JB bersama Rumah BUMN Jambi berharap semakin banyak UMKM lokal yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperkuat daya saing usaha, serta membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Dengan bekal keterampilan digital yang memadai, produk-produk unggulan Jambi diharapkan semakin mudah menembus pasar yang lebih luas dan terus berkembang menuju UMKM yang mandiri dan berdaya saing.
(Ferdi/bs)














