Jakarta, bisnissumsel.com –
Militer Israel memperluas operasi skala besar daratnya di Lebanon Selatan. Perluasan serangan Israel tersebut menuai sorotan dari sejumlah negara.
Dilansir Al Jazeera, Senin (1/6/2026), petinggi dari sejumlah negara mengeluarkan pernyataan merespons langkah invasi Israel terhadap Lebanon. Di antaranya Qatar, Jerman dan Inggris.
Qatar mengutuk serangan Israel yang terus berlanjut terhadap Lebanon dan perluasan serangan daratnya di selatan. Qatar menganggap kampanye militer tersebut sebagai eskalasi serius dan pelanggaran hukum internasional.
Melalui unggahan di akun X, Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam agresi Israel yang terus berlanjut terhadap Lebanon dan perluasan cakupan invasi darat tentara pendudukan di selatan negara itu serta penargetan warga sipil. Qatar menganggap langkah itu sebagai eskalasi berbahaya dan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Republik Lebanon dan pelanggaran nyata terhadap aturan hukum humaniter internasional.
Kemlu Qatar juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk bertindak, mendesak pemerintah dan badan-badan internasional untuk menekan Israel agar menghentikan serangannya dan memastikan kepatuhan terhadap hukum internasional.
“(Mendesak dunia) mewajibkan otoritas pendudukan Israel untuk menghentikan agresi berulang mereka terhadap Lebanon,” katanya dalam pernyataan tersebut.
Sikap serupa juga disampaikan Jerman yang menyatakan kekhawatiran atas perluasan serangan darat Israel tersebut. Mereka memperingatkan eskalasi militer lebih lanjut berisiko memperburuk situasi yang sudah bergejolak.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul dalam pernyataannya. Ia mengatakan perluasan serangan Israel ke wilayah Lebanon yang lebih dalam memantik kekhawatiran serius.
“Kemajuan tentara Israel lebih jauh ke Lebanon selatan adalah alasan untuk kekhawatiran serius,” katanya.
“Eskalasi lebih lanjut akan memperburuk situasi yang sudah tegang dan memicu gelombang pengungsi baru di Lebanon,” tambah dia.
(fca/fca/detik)














