Jakarta, bisnissumsel.com –
Pernah nggak sih lagi masuk ke dalam sebuah ruangan untuk melakukan sesuatu, tapi tiba-tiba lupa mau ngapain? Rupanya ada penjelasan ilmiah di baliknya, lho.
Secara umum memori dibagi menjadi dua, memori jangka panjang dan working memory atau memori kerja. Working memory memiliki kapasitas yang sangat terbatas.
Masih ada perdebatan terkait batas pasti dari working memory, tapi psikolog memperkirakan manusia hanya mampu menampung sekitar 4-7 potongan informasi, seperti huruf, angka, kata, atau frasa dalam working memory dalam satu waktu.
“Alih-alih menyadari semua ‘potongan’ itu secara bersamaan, otak terus melompat dari satu ide ke ide lainnya. Akibatnya, salah satu ide lebih mudah ‘hilang di tengah keramaian’,” ucap profesor neuroscience MIT, Earl K Miller, dikutip dari Live Science, Kamis (30/4/2026).
Otak juga dengan cepat menghapus hal-hal yang dianggap tidak penting dari working memory untuk memberi ruang informasi baru. Jadi, ingatan tersebut akan segera hilang dari kesadaran jika tidak disimpan dalam memori jangka panjang.
Miller mengatakan otak secara umum tidak bisa melakukan multitasking. Otak harus ‘menyulap’ berbagai pikiran saat working memory berpindah-pindah dari satu ide ke ide lain.
Proses ini membutuhkan usaha sadar dan perhatian, yang diatur oleh korteks prefrontal, bagian otak yang berperan dalam pembelajaran kompleks, pengambilan keputusan, dan penalaran.
Kalau perhatian terlalu fokus pada satu pikiran tertentu atau tiba-tiba teralihkan ke hal baru, otak bisa kehilangan jejak pikiran sebelumnya.
“Otak menjatuhkan salah satu ‘bola’ yang sedang disulap, dan itulah kenapa kita jadi lupa,” kata Miller.
(avk/kna/detik)
















