Washington DC, bisnissumsel.com –
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya lebih memilih untuk mencapai kesepakatan dengan Iran daripada mengambil tindakan militer. Namun Trump memperingatkan Teheran bahwa penggunaan kekuatan militer telah menjadi opsi jika diplomasi gagal.
“Saya lebih memilih untuk mencapai kesepakatan, karena saya tidak ingin membunuh orang,” kata Trump dalam sebuah acara di Las Vegas, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (6/8/2026).
Trump mengatakan bahwa AS sempat bersiap melancarkan serangan yang diklaimnya sebagai “serangan terbesar sejak Perang Dunia II”, namun menunda rencana tersebut setelah para pejabat Iran meminta dilakukannya pembicaraan.
“Kami sudah bersiap untuk serangan terbesar sejak Perang Dunia II, lalu mereka menelepon saya dan berkata, ‘Tolong jangan lakukan itu. Mari kita bicara’. Mereka mengatakan, ‘Kami tidak pernah mengatakan hal itu’. Anda tahu? Media penyebar berita palsu mengetahui bahwa mereka memang mengatakannya, tetapi kita sedang berdialog. Kita lihat saja apa yang terjadi,” ucapnya.
Trump menegaskan pendiriannya bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
“Mereka menghormati kita… Tidak ada presiden lainnya yang melakukan apa yang seharusnya sudah dilakukan sejak lama, karena Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” ujar Presiden AS tersebut.
Washington dan Teheran telah menandatangani kesepakatan kerangka kerja dan memulai negosiasi menuju kesepakatan akhir, sebelum perundingan itu terhenti akibat perbedaan pendapat mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan energi global.
Bulan lalu, ketegangan kembali meningkat ketika AS melancarkan serangan terhadap target-target di wilayah Iran. Teheran membalas dengan menargetkan fasilitas dan peralatan militer Washington yang ada di negara-negara Teluk, khususnya Yordania, Bahrain, dan Kuwait.
Trump Klaim Dialog AS-Iran Berlangsung ‘Sangat Baik’
Trump, dalam pernyataan kepada media Fox News dan dilansir Reuters, mengatakan bahwa pemerintahannya melakukan “diskusi yang sangat baik” dengan Iran dalam perundingan yang berlangsung seharian penuh pada Selasa (4/8) waktu setempat.
Pernyataan Trump ini memicu harapan akan segera berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama lima bulan terakhir itu.
“Mereka melakukan perundingan seharian penuh,” kata Trump dalam acara @Night di Fox News.
Dia menyatakan bahwa Selat Hormuz “akan segera dibuka kembali”. “Jika mereka ingkar janji lagi, mereka akan menghadapi serangan yang sangat keras,” tegas Presiden AS tersebut.
Trump sudah berulang kali mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran jika Iran tidak mencapai kesepakatan, sebelum kembali menyoroti kemajuan dalam perundingan yang sejauh ini belum berhasil mengakhiri konflik.
Laporan media Axios, yang mengutip dua sumber regional dan seorang pejabat AS, menyebutkan bahwa AS dan Iran semakin dekat pada kesepakatan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz, dengan persetujuan Oman, negara yang menguasai sebagian jalur perairan tersebut.
Namun, media pemerintah Iran menyatakan bahwa kesepakatan dengan Oman terkait Selat Hormuz akan tertunda “selama Amerika Serikat terus melontarkan ancaman terhadap Iran”.
(nvc/whn/detik)














