Jakarta, bisnissumsel.com –
Sebanyak 4.922 sekolah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali menggelar pembelajaran. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.
Mu’ti mengatakan dari 4.922 sekolah terdampak, sebanyak 4.821 sekolah sudah kembali melaksanakan pembelajaran di sekolah masing-masing. Sementara itu, 99 sekolah masih melaksanakan pembelajaran di Ruang Kelas Darurat (RKD), sedangkan dua lainnya sementara menumpang di sekolah lain.
“Secara keseluruhan total dukungan Kemendikdasmen untuk pemulihan layanan pendidikan di tiga provinsi terdampak bencana Sumatera saat ini mencapai Rp 5,6 triliun. Dari jumlah tersebut porsi terbesar kami salurkan untuk bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan total anggaran Rp 3,03 triliun,” kata Mu’ti dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
562 Sekolah Sudah Rampung Direvitalisasi
Dari sisi pembangunan fisik, Kemendikdasmen mencatat 562 sekolah telah menyelesaikan pembangunan hingga 100 persen. Selain itu, sebanyak 1.954 sekolah telah mencapai progres pembangunan di atas 50 persen, sedangkan 616 sekolah lainnya menuju progres 50 persen.
Untuk bantuan revitalisasi, sebanyak 3.132 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan total nilai bantuan mencapai Rp 3,03 triliun. Hingga kini, dana sebesar Rp 2,63 triliun telah disalurkan ke rekening sekolah.
Penyaluran tahap pertama sebesar 70 persen telah tuntas untuk seluruh sekolah penerima. Adapun dana tahap kedua sebesar 30 persen disalurkan setelah progres pekerjaan fisik bangunan mencapai sedikitnya 50 persen.
Saat ini, sebanyak 1.267 sekolah dengan total nilai bantuan Rp 400,5 miliar masih dalam proses menerima penyaluran dana tahap kedua.
97 Sekolah Diusulkan Relokasi
Kemendikdasmen juga menyiapkan relokasi bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana dan membutuhkan lokasi yang lebih aman. Rencananya ada 97 sekolah yang diusulkan.
Dari jumlah tersebut, 34 sekolah sudah memasuki tahap pembangunan. Sementara itu, sebanyak 63 sekolah lainnya masih menunggu kepastian dan legalitas lahan.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi langkah Kemendikdasmen dalam memulihkan layanan pendidikan pascabencana di Sumatera.
“Capaian dari Kemendikdasmen ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam, kita bekerja keras dan terus berkolaborasi, serta hasilnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Tito.
1,5 Juta Murid Dapat PIP
Pemulihan pascabencana tidak hanya dilakukan melalui perbaikan bangunan sekolah. Kemendikdasmen juga memberikan bantuan kepada guru, tenaga kependidikan, dan murid serta memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran.
Untuk guru dan tenaga kependidikan, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 315,08 miliar kepada 52.513 penerima manfaat terdampak bencana.
Selain itu, pelatihan kesiapsiagaan bencana dan pendampingan psikososial telah disiapkan untuk 90.962 guru dengan anggaran Rp 123 miliar. Kemudian 1,5 juta murid di 53 kabupaten/kota terdampak bencana mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP) dengan anggaran Rp 1,16 triliun.
“Dana PIP tersebut kami harapkan dapat digunakan untuk keperluan pendidikan dan selanjutnya akan disalurkan secara bertahap ke rekening murid,” kata Mu’ti.
Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, Kemendikdasmen menyiapkan anggaran Rp 688,8 miliar. Bantuan tersebut mencakup 206.317 paket mebel, perlengkapan sekolah bagi 260.358 murid, alat permainan edukatif, alat olahraga, peralatan laboratorium komputer dan IPA, 134 unit RKD, hingga 2,09 juta eksemplar buku pembelajaran.
Di bidang pendidikan vokasi, bantuan peralatan praktik senilai Rp 418,5 miliar juga telah disiapkan untuk 131 SMK. Sebanyak 71 lembaga kursus dan pelatihan turut menerima bantuan senilai Rp 4,18 miliar.
Selain itu, biaya operasional pemulihan untuk 822 sekolah senilai Rp 17,97 miliar telah disalurkan pada Mei-Juni 2026.
Lima Langkah Percepatan Pemulihan
Kemendikdasmen akan melakukan sejumlah langkah untuk mempercepat dan menyempurnakan pemulihan layanan pendidikan pascabencana di Sumatera yakni di antaranya:
– Memberikan pendampingan intensif kepada 616 sekolah yang masih dalam proses revitalisasi sekaligus mempercepat penyaluran dana tahap kedua.
– Mempercepat proses relokasi sekolah melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan kesiapan dan legalitas lahan.
– Melakukan pengawasan terhadap penyaluran buku, sarana, dan peralatan agar tepat waktu, tepat sasaran, serta akuntabel.
– Berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait untuk memastikan akses aman menuju sekolah.
– Membangun sekolah yang lebih aman melalui penguatan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
(cyu/nah/detik)
















