Doa Qunut Subuh Apakah Harus Dibaca? Ini Penjelasannya

Ilustrasi membaca doa qunut subuh. Foto: Gemini AI

Jakarta, bisnissumsel.com –

Doa qunut subuh dibaca muslim saat melaksanakan sholat Subuh. Bacaan ini diamalkan saat i’tidal sebelum sujud pada rakaat kedua sholat Subuh.

Dari Anas bin Malik RA berkata,

“Rasulullah senantiasa membaca qunut ketika salat Subuh hingga beliau wafat.” (HR Ahmad)

Dikutip dari buku Kupas Tuntas Qunut Subuh karya Galih Maulana, qunut secara bahasa artinya berdiri, tunduk, taat, diam dan doa. Dari segi istilah, arti qunut adalah nama doa saat sholat pada waktu tertentu ketika berdiri.

Doa Qunut Subuh: Arab, Latin dan Arti

Setidaknya ada dua bacaan doa qunut subuh, yaitu versi panjang dan pendek. Dinukil dari buku Doa & Dzikir Lengkap Sunah oleh Kustiana Mara, berikut bacaannnya.

1. Doa Qunut Subuh Panjang

اَللهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَاأَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَيُقْضَى عَلَيْكَ، فَاِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَيَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَاقَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ

Allahhummahdinii fiiman hadait, wa’a finii fiman ‘aafait, wa tawallanii fiiman tawal-laiit, wa baarik lii fiimaa a’thait, wa qinii syarra maa qadhait. Fainnaka taqdhii walaa yuqdha ‘alaik, fa innahu laayadzilu man walait, wa laa ya’izzu man ‘aadait, tabaa rakta rabbanaa wata’aalait. Falakalhamdu ‘alaa maaqadhait, Astaghfiruka wa’atuubu ilaik, Wasallallahu ‘ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa’alaa aalihi washahbihi wabaraka wasallam

Artinya: “Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Dan berilah padaku pengampunan sebagaimana pada mereka yang Engkau beri ampun.

Dan peliharalah aku sebagaimana pada mereka yang Engkau pelihara. Dan berilah padaku keberkatan sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada mereka. Dan selamatkan aku dari mara bahaya yang telah Engkau tentukan.

Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan yang kena hukum. Maka sesungguhnya tidaklah hina pada mereka orang yang Engkau pimpin, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi.

Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau. Maka bagi Engkau segala puji atas yang Engkau hukumkan. Aku mohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.”

2. Doa Qunut Subuh Pendek

للّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Allahummah dinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu man waalaita, wa laa ya’idzuu man aadaita tabarakta rabbanaa wa ta’aalait

Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan.

Tolonglah aku di antara orang-orang yang Engkau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan.

Karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi.”

Cara Membaca Doa Qunut Subuh

Membaca niat sholat Subuh

Membaca takbiratul ihram

Membaca doa iftitah

Membaca surah Al Fatihah

Membaca surah lain di Al Qur’an selain Al Fatihah

Rukuk

I’tidal

Sujud

Duduk di antara dua sujud

Sujud kedua

Lanjut rakaat kedua dan membaca surah Al Fatihah

Membaca surah lain di Al Qur’an selain Al Fatihah

Rukuk

I’tidal

Membaca doa qunut Subuh

Sujud

Duduk di antara dua sujud

Sujud kedua

Duduk tahiyat akhir

Salam

Apakah Qunut Subuh Wajib Dibaca?

Dilansir dari buku Fiqih Shalat Terlengkap karya Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani, ada perbedaan terkait hukum membaca doa qunut subuh. Menurut Abu Hanifah dan Imam Amad, doa qunut subuh bukan termasuk sunnah.

Sementara itu, mazhab Maliki dan Syafi’i berpandangan qunut subuh sunnah hukumnya untuk dibaca. Ulama Syafi’iyyah memiliki pendapat jika doa qunut tidak dibaca maka sunnah hukumnya melakukan sujud sahwi.

Meski demikian, Buya Yahya melalui ceramahnya mengatakan doa qunut subuh tidak mempengaruhi sah atau tidaknya sholat. Dengan begitu, muslim yang tidak membacanya tetap sah sholat subuhnya.

“Yang tidak qunut pun sah sholatnya,” katanya dalam tayangan YouTube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip channel tersebut.

Bacaan Pengganti Doa Qunut Subuh

Jika muslim tidak hafal doa qunut subuh, ada bacaan pengganti yang lebih singkat dan tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 201.

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār.

Artinya: “Ya Allah, berilah kami kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhirat serta jauhkanlah kami dari siksa api neraka.”

Apa Bedanya Qunut Subuh dengan Qunut Nazilah?

Menurut buku Doa & Dzikir Lengkap Sunnah karya Kustiana Mara, bacaan doa qunut subuh dan doa qunut nazilah berbeda. Begitu pula dengan waktu membacanya.

Doa qunut subuh dibaca ketika sholat Subuh. Sementara itu, doa qunut nazilah diamalkan pada rakaat terakhir setiap sholat fardhu tepatnya saat i’tidal.

Doa qunut nazilah juga diamalkan ketika terjadi musibah. Dalam sebuah hadits disebutkan,

“Sungguh Nabi SAW membaca doa qunut (nazilah) selama sebulan karena (tragedi) terbunuhnya para qurra’ (ahli Al-Qur’an) RA.” (HR Bukhari dan Muslim)

(aeb/erd/detik)