
Jakarta, bisnissumsel.com –
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin merekrut tentara dari 47 negara pihak ketiga untuk menginvasi negaranya. Tudingan Zelensky kepada Putin disampaikan saat berpidato di Sidang Umum PBB, New York, Amerika Serikat (AS).
Dilansir AFP, Kamis (24/9/2026), Zelensky menyoroti hubungan pertahanan Rusia yang kian erat dengan Korea Utara (Korut). Zelensky juga mengatakan bahwa dua tentara Korea yang dikerahkan untuk berperang melawan Ukraina telah ditangkap dan dikirim ke Korea Selatan (Korsel).
“Putin selalu mencari pihak yang bisa membantunya membunuh lebih banyak lagi, membunuh lebih banyak orang demi setiap kilometer wilayah, merebut lebih banyak wilayah, dan mengambil alih negara lain, alih-alih sekadar berhenti dan mengurus negaranya sendiri,” ujar Zelensky dalam pidatonya.
“Kami tahu bahwa Rusia menggunakan warga dari 47 negara dalam perangnya,” tambahnya, seraya merujuk pada warga negara seperti Ghana, Nepal, dan India yang terjebak dalam konflik tersebut.
“Baru-baru ini, kami mengirim dua tawanan perang Korea Utara ke Republik Korea. Mereka ini tidak mudah ditangkap dalam keadaan hidup,” imbuhnya.
Zelensky juga bicara kesepakatan teknologi drone yang telah dicapai negara dengan para sekutunya. Zelensky menambahkan bahwa Ukraina juga sedang mempersiapkan kesepakatan drone dengan Kanada.
“Kami telah bekerja sama dengan mitra-mitra di kawasan Teluk, Kaukasus Selatan, dan seluruh Eropa melalui kesepakatan drone. Hari ini, saya menandatangani kesepakatan drone-kesepakatan drone yang signifikan-dengan Finlandia,” ujarnya.
“Hari ini pula, saya menandatangani perjanjian keamanan dengan Australia, dan drone juga menjadi bagian di dalamnya,” ucapnya.
(rfs/yld/detik)















