Dewi Sastrani: Angka Stunting di Palembang Terus Menurun

Palembang, bisnissumsel.com –

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palembang yang juga menjabat sebagai Ketua TP Posyandu Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan masyarakat melalui transformasi Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Komitmen tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Pembinaan Posyandu 6 SPM di Posyandu Melati, Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, Senin (25/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Dewi Sastrani menegaskan bahwa Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi pusat pelayanan masyarakat yang terintegrasi melalui penerapan 6 SPM.

“Kami ingin Posyandu menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat yang mampu memberikan pelayanan lebih luas, terukur, dan berkualitas. Transformasi Posyandu 6 SPM ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan,” ujar Dewi Sastrani.

Ia menjelaskan, hingga saat ini baru sebanyak 107 Posyandu di Kota Palembang yang telah teregister sebagai Posyandu 6 SPM.

Sementara itu, Pemerintah Kota Palembang bersama TP PKK akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan secara bertahap terhadap seluruh Posyandu yang ada.

“Total Posyandu di Kota Palembang saat ini mencapai 960 Posyandu. Tentunya ini menjadi pekerjaan bersama agar seluruhnya dapat segera teregister dan menerapkan pelayanan berbasis 6 SPM,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, Dewi Sastrani memaparkan sejumlah langkah strategis yang akan dilakukan, dimulai dari sosialisasi secara masif kepada seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga kader Posyandu di lapangan.

Menurutnya, penguatan kapasitas kader dan pengelola Posyandu menjadi faktor penting agar implementasi program berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Kita ingin seluruh stakeholder memahami mekanisme Posyandu 6 SPM, sehingga pelayanan yang diberikan benar-benar efektif, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Selain fokus pada penguatan layanan Posyandu, Dewi Sastrani juga menyampaikan capaian positif Pemerintah Kota Palembang dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

Ia mengungkapkan bahwa angka stunting di Kota Palembang mengalami penurunan, dari sebelumnya 148 kasus menjadi 141 kasus. Bahkan, prevalensi stunting Kota Palembang saat ini tercatat sebagai yang terendah di Provinsi Sumatera Selatan.

“Alhamdulillah, ini menjadi kabar baik bagi kita semua. Penurunan angka stunting ini menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah, TP PKK, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta masyarakat berjalan dengan baik. Namun demikian, upaya pencegahan dan penanganan stunting akan terus kita perkuat,” ungkapnya.

Melalui pembinaan Posyandu 6 SPM tersebut, Dewi Sastrani berharap seluruh Posyandu di Kota Palembang dapat semakin aktif, inovatif, dan mampu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang berkualitas dalam mendukung peningkatan kesehatan keluarga serta kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (*)