Washington, bisnissumsel.com –
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa tidak akan ada biaya tol untuk melewati Selat Hormuz. Trump mengatakan biaya tol akan dilakukan kecuali dipungut oleh negaranya sendiri.
Dilansir Al Jazeera dan Reuters, Minggu (21/6/2026), pernyataan Trump disampaikan dalam unggahan Sabtu sore di Truth Social. Dia menyebut tak ada biaya tol di Selat Hormuz selama gencatan senjata.
“Tidak akan ada biaya tol di Selat Hormuz selama 60 hari selama Periode Gencatan Senjata, dan tidak akan ada biaya tol setelah periode 60 hari berakhir,” tulis Trump.
“Kecuali jika dikenakan oleh dan untuk Amerika Serikat, jika kesepakatan tidak tercapai, untuk layanan yang diberikan sebagai Malaikat Pelindung bagi negara-negara Timur Tengah untuk tujuan penggantian biaya di masa lalu, sekarang, dan masa depan,” tulis Trump.
Sejak AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari, Iran telah berhasil menggunakan Selat Hormuz sebagai titik tekanan, menutup jalur air strategis tersebut untuk lalu lintas.
Namun berdasarkan ketentuan nota kesepahaman hari Rabu lalu, selat tersebut seharusnya dibuka kembali untuk periode sementara selama 60 hari. Selama waktu itu, Iran dilarang memungut biaya dari kapal untuk melintas.
Iran Umumkan Tutup Lagi Selat Hormuz
Komando militer pusat Iran sebelumnya mengumumkan bahwa mereka kembali menutup Selat Hormuz. Penutupan dilakukan karena serangan Israel terhadap Lebanon selatan.
Dilansir AFP, Sabtu (20/6), Iran mengatakan bahwa serangan Israel ke Labonon itu sebagai pelanggaran perjanjian Teheran dengan Amerika Serikat (AS).
“Dengan ini diumumkan bahwa Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal. Perlu dicatat bahwa langkah pertama ini adalah tanggapan terhadap pelanggaran janji musuh, dan jika agresi berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan direncanakan dan diambil untuk memaksa musuh mematuhi kewajibannya,” kata Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah.
Sementara itu, militer AS mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka tetap “hadir dan waspada” di alur pelayaran penting tersebut, usai Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz.
“Pasukan AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi, dipatuhi, dan berlaku penuh,” kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP, Sabtu (20/6/2026).
CENTCOM, yang mengawasi pasukan AS di Timur Tengah, mengatakan 55 kapal komersial telah transit di selat itu pada hari Sabtu dan “jalur aman melalui jalur air internasional tetap utuh hingga saat ini.”
(lir/lir/detik)















