Niat Sholat Jenazah Laki-laki Lengkap dengan Bacaan Doanya

Ilustrasi sholat jenazah. Foto: Getty Images/iStockphoto/OzanSatioglu

Jakarta, bisnissumsel.com –

Sholat jenazah menjadi salah satu amalan yang wajib diketahui umat Islam. Ketika seorang muslim meninggal dunia, kaum muslimin yang masih hidup memiliki kewajiban untuk mengurus jenazahnya.

Rasulullah SAW menegaskan kewajiban seorang muslim atas saudaranya yang meninggal yakni memandikan, mengafani, menyolatkan, hingga menguburkannya.

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau bersabda, “Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ‘alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ‘yarhamukallah’); Apabila dia sakit, jenguklah dia; dan Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR Muslim)

Hukum Sholat Jenazah

Mengutip buku Yasin & Tahlil karya Ahmad Musthofa, sholat jenazah hukumnya fardu kifayah, yaitu kewajiban yang dibebankan kepada umat Islam secara kolektif. Apabila sudah ada sebagian muslim yang melaksanakannya, maka gugurlah kewajiban dari yang lain. Namun jika tidak ada seorang pun yang melaksanakannya, maka seluruh muslim di lingkungan tersebut berdosa.

Dalil mengenai kewajiban sholat jenazah di antaranya terdapat dalam hadits Rasulullah SAW, “Sholatkanlah orang yang meninggal di antara kalian.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dijelaskan dalam buku Pedoman Dan Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Abdul Kadir Nuhuyanan, sholat jenazah adalah sholat yang dilakukan untuk mendoakan seorang muslim yang telah meninggal dunia. Berbeda dengan sholat pada umumnya, sholat jenazah tidak memiliki rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, maupun tasyahud.

Sholat ini dilaksanakan dengan berdiri jika mampu dan terdiri dari empat kali takbir yang diselingi dengan bacaan tertentu serta doa untuk jenazah.

Niat Sholat Jenazah Laki-laki

Niat merupakan rukun dalam sholat jenazah. Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Berikut bacaan niat sholat jenazah laki-laki:

Niat Sholat Jenazah bagi Mayat Laki-laki

أُصَلَّى على هَذَا المَيِّتِ أَرْبَعَ تَكبِيرَاتٍ فَرضَ كِفَايَةِ (إِمَامًا / مَأْمُومَا) اللَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbiratin fardhu kifayati (imaman/ma’muman) lillahi Ta’ala.

Artinya: “Saya berniat sholat untuk mayat ini empat takbir karena menjalankan fardhu kifayah sebagai (imam/makmum) karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Doa Sholat Jenazah Takbir 1, 2, 3, 4

Merujuk buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karya Ust. Arif Rahman, berikut bacaan doa sholat jenazah takbir pertama hingga keempat.

1. Takbir Pertama

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Latin: bismillāhir-raḥmānir-raḥīm, al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn, ar-raḥmānir-raḥīm, māliki yaumid-dīn, iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn, ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm, ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS Al-Fatihah: 1-7)

2. Takbir Kedua

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنا إِبْرَاهِيمَ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيدٌ

Latin: Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala ali sayyidina Muhammad, kama shallaita ‘alaa sayyidina Ibrahim, wa ‘ala ali sayyidina Ibrahim, wa baarik ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad, kama barakta ‘ala sayyidina Ibrahim, wa ‘alaa ali sayyidina Ibrahim, fil ‘alamina innaka hamiidum majid.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkanlah pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

3. Takbir Ketiga

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسَعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجِ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَفِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

Latin: Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu wa aghsilhu bimaa-in wa tsaljin walbaradin wa naqqihi minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaa ban naar.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, berilah keselamatan dan ampunilah dosanya, muliakanlah tempat tinggalnya dan lapangkanlah tempat keluarnya, sucikanlah ia dengan air, es, dan embun, serta bersihkanlah ia dari segala dosa dan kesalahan sebagaimana Engkau telah membersihkan baju putih dari kotoran. Berilah ganti baginya tempat yang lebih baik dari tempatnya yang terdahulu, keluarga yang lebih baik dari keluarga semula, pasangan yang lebih baik dari pasangan semula, serta lindungilah ia dari fitnah kubur dan siksa neraka.” (HR Muslim dari Auf bin Malik).

Catatan: untuk doa yang dibaca هُ (hu) diganti dengan هَا (ha) apabila jenazah perempuan.

4. Takbir Keempat

اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَا بَعْدَهُ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Latin: Allahumma laa tahrimna ajrahu wa laa taftinna ba’dahu waghfir lana wa lahu.

Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”

Catatan: untuk doa yang dibaca هُ (hu) diganti dengan هَا (ha) apabila jenazah perempuan.

Kumpulan Doa untuk Jenazah

Dikutip dari buku Doa Jenazah Mustajab; Mengiringi Arwah Menghadap ke Hadirat Allah dengan Lafal-lafal Mubarokah karya A. Kadir, M.H., berikut kumpulan doa yang bisa dibacakan untuk jenazah:

1. Doa Ketika Mendengar Kabar Duka

إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn.

Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.”

2. Doa untuk Jenazah Laki-laki

اَللّٰهُمَّ إِنَّ (فُلَانَ بْنَ فُلَانٍ) فِيْ ذِمَّتِكَ وَحَبْلِ جِوَارِكَ، فَقِهِ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، فَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَقِّ، فَاغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Latin: Allâhumma inna fulân bin fulân (diganti nama orang yang dimaksud) fî dzimmatika wa ḫabli jiwârika fa qihi min fitnatil qabri, wa min ‘adzâbin nâri, fa anta ahlul wafâ’i wal ḫaqqi, faghfir lahu war ḫamhu, innaka antal ghafûrur raḫîm(u)

Artinya: “Ya Allah, sungguh fulan bin fulan (bisa diganti dengan nama orang yang dimaksud) dalam jaminan-Mu dan tali perlindungan-Mu. Peliharalah dia dan fitnah (cobaan) kubur dan siksa neraka. Engkau Maha Menepati Janji dan Mahabenar. Ampunilah dan belaskasihanilah dia. Sungguh Engkau Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

3. Doa untuk Jenazah Perempuan

اَللّٰهُمَّ إِنَّ (فُلَانَةَ بِنْتَ فُلَانٍ) فِيْ ذِمَّتِكَ وَحَبْلِ جِوَارِكَ، فَقِهَا مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، فَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَقِّ، فَاغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Latin: Allâhumma inna fulânah binti fulân (diganti nama orang yang dimaksud) fî dzimmatika wa ḫabli jiwârika fa qihâ min fitnatil qabri, wa min ‘adzâbin nâri, fa anta ahlul wafâ’i wal ḫaqqi, faghfir lahâ war ḫamhâ, innaka antal ghafûrur raḫîm(u)

Artinya: “Ya Allah, sungguh fulanah binti fulan (bisa diganti dengan nama orang yang dimaksud) dalam jaminan-Mu dan tali perlindungan-Mu. Jagalah dia dari fitnah (cobaan) kubur dan siksa neraka. Engkau Maha Menepati Janji dan Mahabenar. Ampunilah dan belaskasihanilah dia. Sungguh Engkau Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

4. Doa Ziarah Kubur

السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ

Latin: Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr minal mu’minîna wal muslimîn yarhamukumullâhul-mustaqdimîn minkum wa minnâ wal musta’khirîn, wa wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn

Artinya: “Assalamualaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian dan (yang telah mendahului dan akan menyusul) kami. Sesungguhnya kami insyaallah akan menyusul kalian.”

(dvs/kri/detik)