Jakarta, bisnissumsel.com –
Ledakan hebat di fasilitas pengolahan gas alam cair (LNG) utama Qatar menewaskan 13 orang dan melukai puluhan lainnya. Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi mengatakan ledakan yang terjadi di kompleks LNG Ras Laffan disebabkan oleh gangguan teknis dan bukan akibat serangan atau tindakan sabotase.
Ia juga memastikan ekspor LNG Qatar tidak akan terdampak akibat insiden tersebut. Ras Laffan Industrial City yang berjarak sekitar 80 kilometer (km) di utara Doha merupakan kompleks ekspor LNG terbesar di dunia yang memasok sekitar seperlima kebutuhan LNG global.
“Ini sama sekali tidak akan mempengaruhi ekspor kami ke seluruh dunia,” tegas al-Kaabi yang juga menjabat CEO QatarEnergy, dilansir dari Al Jazeera, Selasa (23/6/2026).
Ras Laffan Industrial City dikelola oleh QatarEnergy. Seperti negara-negara Teluk lainnya, Qatar sempat mengalami serangan rudal dan drone Iran selama perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Ledakan ini terjadi saat para pekerja tengah memulai kembali operasi di kompleks gas raksasa tersebut setelah aktivitasnya sempat terhenti akibat serangan Iran pada Maret lalu.
“Ini adalah kecelakaan dan bukan sabotase atau tindakan permusuhan. Produksi di fasilitas tersebut sengaja dihentikan sepenuhnya sejak Desember 2025 untuk kebutuhan pemeliharaan mendesak dan baru kembali beroperasi dua hari lalu,” kata al-Kaabi.
Ia menyebut seluruh korban tewas merupakan warga India dan Pakistan. Hingga kini pihak berwenang belum memberikan informasi mengenai kondisi korban luka.
Kementerian Dalam Negeri Qatar menyatakan tidak ada kebocoran yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. QatarEnergy tidak menjelaskan lokasi pasti ledakan maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Investigasi telah dilakukan untuk mengungkap penyebab insiden tersebut.
(ily/ara/detik)















