Waspada! Kebiasaan Makan Ini Diam-diam Bisa Memicu Batu Ginjal

Foto: Ilustrasi batu ginjal (Getty Images/Sewcream)

Jakarta, bisnissumsel.com –

Batu ginjal terbentuk ketika mineral dan senyawa tertentu dalam urin menjadi terlalu pekat dan mulai mengkristal. Meskipun kurang minum air adalah faktor risiko paling umum untuk terbentuknya batu ginjal, ternyata pola makan yang buruk dapat meningkatkan risikonya tanpa sadari.

Penting untuk mengetahui pola makan apa saja yang bisa meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal agar langkah pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

Pola Makan yang Meningkatkan Risiko Batu Ginjal

Dikutip dari laman Eating Well, berikut beberapa pola makan yang bisa meningkatkan risiko batu ginjal.

1. Asupan Natrium Tinggi

Menurut ahli diet Ashley Kitchens, MPH, RD mengonsumsi terlalu banyak natrium bisa meningkatkan risiko batu ginjal.

Untuk itu, kurangi konsumsi ultra-processed food hingga camilan kemasan.

“Asupan natrium yang tinggi menyebabkan ginjal Anda mengeluarkan lebih banyak kalsium dalam urine, yang meningkatkan risiko batu kalsium oksalat, jenis batu ginjal yang paling umum,” kata Ashley.

2. Asupan Kalsium Rendah

Kekurangan kalsium juga bisa meningkatkan risiko batu ginjal. Menurut ahli diet (dietitian) Melissa Mitri, MS, RD, hal ini karena kalsium membantu mengikat oksalat agar bisa melewati tubuh, sehingga tidak menumpuk serta mengkristal di ginjal.

3. Mengonsumsi Protein Hewani Tinggi

Diet tinggi protein hewani (terutama daging merah) bisa meningkatkan kadar asam urat dalam urine, sehingga meningkatkan risiko batu ginjal.

Ada banyak pilihan protein yang lebih ramah untuk ginjal, yakni protein nabati seperti kacang-kacangan, tahu, dan tempe untuk menurunkan risiko terkena batu ginjal.

4. Konsumsi Gula Tambahan Tinggi

Gula tambahan adalah penyebab tersembunyi yang bisa meningkatkan risiko batu ginjal. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa hanya satu minuman soda manis per hari bisa meningkatkan risiko batu ginjal.

“Gula tambahan secara diam-diam meningkatkan risiko batu ginjal jauh sebelum dehidrasi terjadi,” kata Mitri.

Makanan Apa Saja yang Bisa Dikonsumsi untuk Membantu Mengurangi Risiko Batu Ginjal?

Berikut lima makanan dan kelompok makanan yang direkomendasikan oleh ahli gizi untuk dimasukkan ke dalam diet guna mengurangi risiko terkena batu ginjal.

1. Jeruk dan Lemon

Buah-buahan sitrus, seperti lemon, jeruk, dan limau menjadi deretan makanan terbaik untuk mencegah batu ginjal. Menurut Kitchens, makanan ini memiliki kandungan sitrat tinggi yang menghambat pembentukan kristal baru.

2. Makanan Kaya Kalsium

Menurut Mitri, makanan kaya kalsium, seperti produk susu dan susu nabati yang diperkaya, sangat penting karena kalsium mengikat zat-zat di usus seperti oksalat. Zat-zat ini bisa berakhir di urine dan membentuk batu ginjal.

“Mendapatkan cukup kalsium justru melindungi, bukan berisiko,” katanya.

Jika tak ingin mengonsumsi produk susu, sayuran hijau seperti kale dan bok choy (pakcoy) bisa menjadi pilihan.

“Mengonsumsi kale dan bok choy memberi Anda kalsium tanpa kandungan oksalat tinggi seperti pada bayam, sehingga mendukung keseimbangan kalsium-oksalat,” kata Kitchens.

3. Makan Buah dan Sayur

Penting untuk tetap terhidrasi secara konsisten setiap hari, bukan hanya saat terasa haus. Usahakan mendapatkan cairan yang cukup sepanjang hari.

Selain minum air, mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak air, seperti mentimun, semangka, dan buah jeruk, bisa meningkatkan volume urine dan membantu mengencerkan mineral yang membentuk batu ginjal.

4. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan, seperti kacang merah dan lentil, merupakan alternatif protein hewani yang ramah bagi ginjal.

“Kacang-kacangan seperti lentil dan kacang merah adalah sumber protein yang bagus dan lebih rendah purin dibandingkan daging merah, yang mengurangi produksi asam urat dan risiko batu ginjal,” kata Kitchens.

5. Biji-bijian Utuh

Biji-bijian utuh, seperti oat dan beras merah, menyediakan magnesium, mineral penting yang bisa membantu mengurangi pembentukan batu ginjal.

“Mengonsumsi biji-bijian utuh seperti oat dan beras merah dalam diet Anda akan memberikan magnesium, yang mengikat oksalat di usus, sehingga mengurangi jumlah oksalat yang mencapai ginjal Anda,” kata Kitchens.

(elk/dpy/detik)