Jakarta, bisnissumsel.com –
Seiring berulangnya tren peningkatan infeksi di Korea Selatan, kebiasaan belanja khas era pandemi kembali terjadi. Banyak warga memborong masker hingga alat tes mandiri (self-test kit).
Laporan The Straits Times mencatat tiga jaringan minimarket terbesar di Korea Selatan, yakni 7-Eleven, GS25, dan CU, mengalami lonjakan drastis pada penjualan produk sanitasi dan obat-obatan sepanjang bulan ini.
Data 7-Eleven menunjukkan penjualan self-test kit COVID-19 meroket hingga 62 persen pada periode 1-26 Agustus 2-26, dibandingkan bulan sebelumnya. Di saat bersamaan, penjualan masker naik 17 persen, obat flu melonjak 15 persen, dan obat pereda demam meningkat 14 persen.
Kondisi serupa terjadi di jaringan GS25 yang mencatat kenaikan penjualan alat tes sebesar 30,3 persen. Lonjakan paling signifikan terjadi pada kategori masker anak dan bayi, yang penjualannya melonjak lebih dari empat kali lipat atau naik 341 persen dibanding bulan lalu.
Penitipan Anak Mulai Memperketat Protokol
Sinyal penularan yang merangkak naik ini mulai mengkhawatirkan para pengelola fasilitas anak. Hwang Ji-mi, seorang pengajar di tempat penitipan anak (daycare) kawasan Dongjak-gu, Seoul, mengungkapkan bahwa pihak pengelola telah meminta para orang tua membekali anak-anak mereka dengan masker saat beraktivitas.
“Sejak pertengahan Agustus, kami meminta orang tua membawakan masker untuk anak-anak setelah penularan penyakit serupa flu yang disertai demam tinggi merebak di antara balita usia 1 hingga 2 tahun,” jelasnya.
Tingkat Deteksi COVID-19 Melonjak
Langkah kewaspadaan masyarakat ini bukan tanpa alasan. Data Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menunjukkan positivity rate atau tingkat deteksi COVID-19 di Korea Selatan menyentuh angka 9,1 persen pada pertengahan Agustus.
Angka ini melonjak hampir 2,8 kali lipat dibanding tiga minggu sebelumnya yang masih berada di kisaran 3,2 persen. KDCA juga mencatat adanya kenaikan jumlah pasien COVID-19, yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit umum.
Tak hanya di Korsel, tren lonjakan kasus juga dilaporkan terjadi di China. Di sepanjang bulan Juli, media lokal mencatat ada sekitar 522.000 kasus baru COVID-19 dengan 487 kasus bergejala berat dan satu kasus kematian.
Pihak ritel memperkirakan tren tingginya permintaan produk kesehatan masih akan bertahan dalam beberapa waktu ke depan, terlebih dengan dimulainya kembali kegiatan sekolah serta masuknya masa peralihan musim (pancaroba).
(sao/kna/detik)
















