Waspada! 5 Makanan yang Bisa Berdampak Buruk ke Kesehatan Jantung

Foto: Ilustrasi mi instan (Getty Images/iStockphoto/ToscaWhi)

Jakarta, bisnissumsel.com –

Untuk menjaga kesehatan jantung, banyak orang lebih fokus pada makanan yang perlu ditambahkan, seperti sayuran, serat, dan lemak sehat.

Namun, mengenali makanan yang mungkin berdampak buruk pada kesehatan jantung juga bisa membantu. Makanan tinggi natrium, lemak jenuh, karbohidrat olahan, serta gula tambahan lebih kuat kaitannya dengan risiko penyakit jantung, terutama jika makanan tersebut sering dikonsumsi.

Bukan berarti harus menghindarinya sepenuhnya, tetapi perhatikan seberapa banyak dan seberapa sering makanan-makanan ini dikonsumsi. Menurut ahli, berikut sejumlah makanan terburuk untuk kesehatan jantung.

1. Daging Olahan

Konsumsi daging olahan, seperti sosis dan hot dog, sebaiknya dibatasi. Mengonsumsi daging olahan secara teratur bisa mempersulit tubuh menjaga tekanan darah dan kolesterol LDL (jahat) dalam kisaran yang sehat. Seiring waktu, kombinasi tersebut bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dengan memberi tekanan lebih pada jantung dan pembuluh darah, serta berkontribusi pada penumpukan plak di arteri.

“(Daging-daging tersebut) sering kali tinggi natrium dan lemak jenuh, yang keduanya dapat menurunkan kesehatan jantung seiring waktu,” kata ahli gizi Serena Pratt, MS, RDN.

Penelitian juga menunjukkan bahwa daging olahan dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi, seperti penyakit jantung koroner dan stroke, secara bergantung pada dosis. Artinya, asupan yang lebih banyak dikaitkan dengan risiko yang lebih besar.

2. Minuman Manis

Minuman manis, seperti soda, teh manis, kopi, serta minuman energi, mengandung banyak gula tambahan dan sedikit nutrisi. Tak hanya itu, minuman ini dicerna dengan cepat dan tidak memberikan rasa kenyang dalam waktu lama.

Ahli gizi Catherine Nguyen-Ward, DO, mengatakan, mengonsumsi terlalu banyak minuman manis bisa menyebabkan lonjakan gula darah, berkontribusi pada resistensi insulin, dan mendorong penumpukan lemak visceral, atau lemak berbahaya yang bisa memicu peradangan.

American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi gula tambahan tidak lebih dari 6 persen dari total kalori harian, atau sekitar 25 gram per hari untuk wanita dan 36 gram untuk pria. Sebagai contoh, satu kaleng cola berukuran 12 ons mengandung sekitar 37 gram gula.

3. Burger Cepat Saji

Burger cepat saji termasuk dalam daftar makanan yang perlu diperhatikan karena umumnya mengandung tiga jenis zat gizi yang jika dikonsumsi berlebihan dapat berdampak kurang baik terhadap kesehatan jantung, yaitu lemak jenuh, natrium, dan karbohidrat olahan, menurut Pratt dan Nguyen-Ward.

Burger cepat saji biasanya terdiri dari patty daging sapi dan keju yang mengandung cukup banyak lemak jenuh, roti yang dibuat dari karbohidrat olahan, serta saus atau topping dengan kandungan natrium tinggi. Zat-zat tersebut merupakan beberapa komponen yang disarankan oleh American Heart Association (AHA) untuk dibatasi.

Burger cepat saji juga cenderung tinggi kalori. Jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang, asupan kalori yang tinggi dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan penumpukan lemak visceral.

Meski demikian, bukan berarti mengonsumsi burger sesekali menjadi masalah utama. Kekhawatiran lebih besar muncul ketika makanan seperti ini terlalu sering dikonsumsi hingga menggantikan makanan yang lebih minim proses dan mendukung kesehatan jantung, seperti kacang-kacangan, ikan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat membuat pola makan secara keseluruhan menjadi kurang baik bagi kesehatan jantung.

(elk/naf/detik)