Palembang, bisnissumsel.com –
Upaya menghadirkan listrik hingga ke desa-desa dan wilayah yang sulit dijangkau di Sumatera kembali mendapat apresiasi. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) meraih penghargaan Nusantara Electrification Award 2026 dengan predikat “Leader in Accelerating Electrification in Sumatera”.
Penghargaan tersebut diberikan di Jakarta pada 30 Oktober 2026 kepada General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, dan diterima oleh Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID S2JB, Wahyudi, yang mewakili manajemen.
Apresiasi ini menjadi pengakuan atas upaya PLN UID S2JB dalam mempercepat pemerataan akses listrik, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perdesaan dan kawasan yang belum sepenuhnya terjangkau layanan kelistrikan. Saat ini, Rasio Elektrifikasi (RE) Sumatera Selatan telah mencapai 98,15% sementara Rasio Desa Berlistrik (RDB) 99,35%. Bagi PLN, kehadiran listrik bukan semata menghadirkan terang, tetapi juga membuka akses yang lebih baik terhadap pendidikan, kegiatan ekonomi, layanan publik, dan kualitas hidup masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Diksi Erfani Umar, PLN UID S2JB terus mendorong perluasan akses listrik melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan di berbagai wilayah. Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah penyelesaian pembangunan infrastruktur listrik desa di 49 lokasi di wilayah kerja PLN UID S2JB.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan penghargaan tersebut dipersembahkan bagi masyarakat dan seluruh insan PLN yang terus bekerja menghadirkan listrik sampai ke pelosok.
“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar capaian institusi, tetapi pengingat bahwa masih ada harapan masyarakat yang harus terus kami jangkau. Listrik yang hadir di desa-desa membawa manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat, mulai dari anak-anak yang belajar pada malam hari, aktivitas usaha warga, hingga pelayanan publik yang semakin terbantu,” ujar Diksi.
Menurut Diksi, percepatan elektrifikasi di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu tidak lepas dari tantangan lapangan yang beragam. Sejumlah lokasi pembangunan berada di wilayah terpencil, memiliki akses terbatas, dan membutuhkan dukungan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya.
“Tantangan di lapangan tentu tidak ringan, mulai dari kondisi geografis, aksesibilitas, hingga kebutuhan perizinan. Namun, semua itu menjadi bagian dari tanggung jawab pelayanan. Kami percaya pemerataan listrik harus terus diperjuangkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat,” kata Diksi.
Ia menambahkan, perluasan akses listrik tidak hanya berorientasi pada pembangunan jaringan, tetapi juga pada keberlanjutan layanan dan keandalan pasokan. Karena itu, PLN terus menyesuaikan pendekatan pembangunan sesuai karakteristik wilayah, termasuk melalui pengembangan sistem kelistrikan yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Wahyudi mengatakan penghargaan tersebut menjadi semangat baru bagi PLN UID S2JB untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Penghargaan ini kami terima dengan penuh syukur dan tanggung jawab. Ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh tim di lapangan yang selama ini terus berupaya menghadirkan listrik bagi masyarakat, termasuk di wilayah-wilayah yang menantang,” ujar Wahyudi usai menerima penghargaan di Jakarta.
PLN UID S2JB menilai elektrifikasi memiliki arti yang jauh lebih besar dari sekadar penyaluran energi. Kehadiran listrik menjadi fondasi penting dalam mendorong tumbuhnya pusat-pusat kehidupan baru di desa, memperkuat produktivitas masyarakat, dan membuka peluang pemerataan pembangunan.
“Harapan kami sederhana, listrik tidak hanya menyala di rumah-rumah warga, tetapi juga ikut menyalakan harapan, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat,” tutup Diksi.
(Ferdi/bs)













