Kasus Gagal Ginjal Usia Muda Meningkat, Segera Hentikan 5 Gaya Hidup Buruk Ini

Foto: Ilustrasi ginjal (Getty Images/Nansan Houn)

Jakarta, bisnissumsel.com –

Kasus gagal ginjal tak lagi identik dengan usia lanjut. Kondisi ini juga sering kali dialami oleh orang dengan usia muda.

Sejumlah kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele, ternyata bisa memicu kerusakan ginjal. Ketahui apa saja gaya hidup yang bisa merusak kesehatan ginjal sejak dini.

Gaya Hidup yang Bisa Memicu Gagal Ginjal

Dokter spesialis penyakit dalam dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH mengatakan pada umumnya, gagal ginjal yang menyerang usia muda berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat. Akan tetapi banyak faktor lainnya juga yang bisa menjadi penyebab.

“Umumnya tidak ada penyebab tunggal. Penyakit ini proses berjalannya lama tapi progresif,” kata dr Tunggul.

Berikut beberapa gaya hidup tidak sehat yang bisa memicu gagal ginjal:

1. Konsumsi Terlalu Banyak Garam

Dikutip dari laman National Kidney Foundation, diet tinggi garam atau natrium bisa meningkatkan tekanan darah dan merusak ginjal. Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH juga menyarankan untuk mengurangi konsumsi garam.

Dirinya menyoroti kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia. Jika kebiasaan ini terus dipertahankan, apalagi terbentuk sejak kecil, bukan tak mungkin kondisi ini bisa menyebabkan masalah hipertensi yang berakhir gagal ginjal kronis.

“Ngemil makanan asin jelas mengandung garam yang tinggi. Garam itu meningkatkan hipertensi, kalau tidak terkendali itu risikonya (gagal ginjal, red) meningkat jadi harus dikurangi ya,” kata dr Pringgo.

2. Kurang Aktivitas

Menurut dr Pringgo, kebiasaan mager atau malas gerak bisa menjadi salah satu pencetus dari banyak faktor risiko gagal ginjal, seperti hipertensi dan diabetes.

“Misal ke toko dekat rumah saja pakai kendaraan ya, jadi kurangnya aktivitas fisik itu bisa mengganggu fungsi ginjal,” ucap dr Pringgo..

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, orang dengan usia 18-64 tahun direkomendasikan untuk melakukan beberapa aktivitas fisik seperti:

Melakukan aktivitas intensitas sedang seperti jalan cepat minimal 150-300 menit atau selama minimal 75-159 menit intensitas berat, seperti lari.

Melakukan setidaknya 2 hari dalam seminggu aktivitas fisik untuk penguatan otot dan tulang, seperti sit up, push up, plank dll.

3. Konsumsi Makanan Olahan

Sebuah studi tahun 2022 menemukan, mereka yang banyak mengonsumsi makanan olahan memiliki risiko penyakit ginjal 24 persen lebih tinggi. Makanan-makanan ini mengandung banyak zat aditif buatan, gula tambahan, karbohidrat olahan, lemak tak sehat dan natrium, namun rendah serat, protein, dan nutrisi penting.

Gula berkontribusi terhadap obesitas, yang bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan obesitas. Keduanya merupakan penyebab utama penyakit ginjal. Dengan demikian, terlalu banyak gula juga bisa memicu sakit ginjal.

4. Kurang Minum Air

Kurangnya asupan air berisiko pada kerusakan ginjal, terutama jika berada di cuaca panas. Air membantu ginjal membuang limbah dan membantu mencegah batu ginjal.

Kekurangan cairan bisa mengganggu fungsi ginjal secara bertahap. Awalnya bisa terjadi infeksi yang memicu peradangan, hingga muncul batu ginjal.

“Biasanya bertahap gejalanya dan melalui penyakit yang lain misalnya jadi risiko infeksi berulang karena kekurangan cairan, salurannya berisiko infeksi. Kemudian ada batu ginjal karena kekurangan cairan jadi zat-zat pembentuk batu tinggi sehingga terjadi batu ginjal itu melalui hal tersebut,” ujar dr Pringgo.

Orang dewasa direkomendasikan untuk mengonsumsi air putih sebanyak delapan gelas atau setara dengan dua liter setiap hari.

5. Kurang Tidur

Istirahat malam yang berkualitas sangat penting bagi kesehatan secara keseluruhan dan juga ternyata juga untuk ginjal. Fungsi ginjal diatur siklus bangun-tidur yang membantu mengoordinasikan beban kerja ginjal selama 24 jam.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, orang dewasa direkomendasikan untuk tidur selama 7 jam atau lebih setiap malam.

Wanita Umur 20-an Idap Gagal Ginjal

Salah satu kasus gagal ginjal di usia muda dialami seorang wanita di Bandung bernama Della yang diketahui mengidap gagal ginjal stadium akhir di usia 20-an tahun. Dirinya pertama kali didiagnosis penyakit ginjal pada usia 22 tahun dan kisahnya viral saat dia berusia 25 tahun sekitar akhir 2023.

Dirinya memiliki riwayat hipertensi sejak SMA. Selain itu, pola makan yang buruk dan penggunaan pil diet menurutnya mungkin berkontribusi atas penyakit yang dialaminya.

“Sebenarnya yang paling parah itu hipertensi ke ginjal kata dokter-dokter, yang lainnya aku tuh minum pil diet. Jadi tiga bulan sebelum aku divonis, aku tuh minum obat diet kapsul herbal yang aku tuh salahnya nggak ngecek BPOM, nggak ngecek kandungannya, bukan dari dokter. Itu sih, itu fatalnya,” kata Della kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Dirinya mengaku tidak menjaga pola makan, kurang asupan air putih, hingga kurang istirahat. Pola makan buruk yang diduga menjadi ‘biang kerok’ dari memburuknya kondisi ginjalnya.

“Terus, aku tuh pola makannya juga nggak benar. Namanya lagi diet kan nggak lapar ya. Kan menekan nafsu makan. Udah makannya nggak benar, minum air putih kurang, obatnya nggak BPOM, nggak ke dokter, terus istirahat kurang, jam tidur berantakan,” katanya.

(elk/dpy/detik)