PBNU Kutuk Penembakan di Masjid AS Tewaskan 3 Orang: Islamophobia Masih Ada

Penembakan di kompleks Masjid San Diego, Amerika Serikat (Foto: AFP/ZOE MEYERS)

Jakarta, bisnissumsel.com –

Aksi penembakan di kompleks masjid Kawasan San Diego, California, Amerika Serikat (AS) menewaskan 3 warga sipil. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras peristiwa tersebut.

“Kita mengutuk keras penembakan di kompleks masjid di San Diego yang menewaskan sejumlah warga sipil,” ujar Ketua PBNU Bidang Keagamaan, Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur, kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

Ia mengatakan tempat ibadah harus menjadi ruang aman bagi semua umat beragama, bukan sasaran kebencian dan kekerasan. Ia menambahkan insiden penembakan ini menjadi bukti Islamophobia masih ada.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Islamophobia dan ekstremisme berbasis kebencian masih ada dan nyata, ini harus dilawan bersama melalui penegakan hukum, pendidikan toleransi, serta penguatan dialog antaragama,” jelas Fahrur.

Fahrur mendoakan para korban mendapat tempat terbaik, keluarga diberi ketabahan, dan kejadian seperti ini, jelasnya, tidak terulang di mana pun, baik terhadap Muslim, Kristen, Yahudi, Hindu, Buddha, maupun kelompok agama lainnya.

“Kita menyampaikan empati dan doa kepada para korban serta komunitas Muslim di sana. Semoga senantiasa diberikan ketabahan dan keselamatan oleh Allah SWT,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, dilansir AFP, Selasa (19/5), tim tanggap darurat menemukan para korban di luar Islamic center San Diego. Kemudian petugas menemukan para pelaku penembakan, berusia 19 dan 17 tahun, juga tewas.

Rekaman TV dari helikopter menunjukkan tim tanggap darurat bersenjata berkumpul di luar sebuah bangunan. Satu orang tak dikenal tampak tergeletak dengan genangan darah.

Polisi mengatakan bahwa seorang petugas keamanan di kompleks masjid itu termasuk di antara tiga korban yang tewas.

(isa/ygs/detik)