Jakarta, bisnissumsel.com –
Arab Saudi menyiapkan jaringan jalan darat berskala besar untuk mendukung kelancaran jemaah haji yang menuju Masjidi Haram dan Masjid Nabawi. Persiapan ini dilakukan pemerintah Saudi melalui Roads General Authority (RGA).
Selain jalur udara, laut dan kereta api, Saudi juga membangun 10 jalur utama darat yang menghubungkan Arab Saudi dengan negara-negara tetangga di kawasan Teluk dan Timu Tengah. Seluruh rute itu dirancang sesuai standar international dan dilengkapi sistem keselamatan terpadu untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus melindungi jemaah haji.
Dilansir dari Saudi Gazette, dari wilayah timur jemaah asal negara-negara Teluk memiliki beberapa pilihan rute strategis:
Kuwait: Dua jalur utama, yakni sepanjang 1.473 km melalui Al-Khafji, Nairyah, Riyadh hingga Makkah, serta rute 1.277 km via Al-Riggae, Hafr Al-Batin, Al-Majma’ah menuju Makkah.
Uni Emirat Arab: Menempuh rute sejauh 1.514 km melalui Al-Batha, Salwa, Al-Hofuf, Riyadh, Taif hingga Makkah.
Qatar: Menggunakan jalur 1.385 km melalui Salwa, Al-Hofuf, Riyadh, Taif menuju Makkah.
Bahrain: Masuk melalui King Fahd Causeway ke Al-Khobar, lalu melanjutkan perjalanan ke Riyadh dan Taif hingga Makkah dengan jarak sekitar 1.320 km.
Sementara itu, dari arah utara jemaah juga memiliki akses langsung antara lain:
Yordania: Dua rute, yaitu dari Halat Ammar melalui Tabuk dan Madinah (1.219 km), serta jalur Al-Haditha melalui Al-Qurayyat, Sakaka, hingga Madinah (1.545 km).
Irak: Menempuh jalur sepanjang 1.579 km dari Jadidat Arar menuju Arar, Sakaka, Madinah, hingga Makkah.
Kemudian dari selatan rutenya yaitu dari Yaman menggunakan rute 1.372 km melalui Al-Wadiah, Najran, dan Abha menuju Makkah.
Lalu, ada juga jalur terpanjang dari Oman. Jemaah dari Oman menempuh perjalanan darat terpanjang, yakni sekitar 2.150 km. Rute ini melintasi gurun luas Rub’ al Khali melalui Umm Al Zumoul, Al-Batha, Salwa, Al-Hofuf, hingga akhirnya tiba di Makkah.
Sebagai informasi, menjelang musim haji 1447 H/2026 M pemerintah Arab Saudi melakukan inspeksi dan perawatan menyeluruh di seluruh jaringan jalan. Pekerjaan meliputi pelapisan ulang aspal, perbaikan bahu jalan, pembersihan pasir gurun, perawatan drainase, serta pengecekan pembatasan jalan dan rambu lalu lintas.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh jalur darat berada dalam kondisi optimal sehingga perjalanan jemaah haji menuju Tanah Suci berlangsung aman, nyaman dan lancar.
(aeb/lus/detik)














