Jakarta, bisnissumsel.com –
Di Indonesia, sebenarnya rutinitas membersihkan rongga mulut sudah jadi rutinitas setiap hari. Sikat gigi sering kali dianggap satu paket tak terpisahkan dengan rutinitas mandi pagi sesaat sebelum beraktivitas, maupun saat mandi sore.
Namun, kebiasaan turun-temurun yang terasa benar ini ternyata menyimpan sebuah kekeliruan mendasar yang justru membuat gigi tetap rentan berlubang meski disikat secara rutin.
Sudah Rajin Sikat Gigi, Tapi Waktunya Masih Salah
Tingginya angka partisipasi masyarakat dalam menyikat gigi ternyata tidak berbanding lurus dengan ketepatan cara dan waktunya.
Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), drg Tari Tritarayati memaparkan, masih terdapat kesalahan dalam kebiasaan waktu dan cara menyikat gigi di Indonesia.
“Kalau kita lihat memang dari data survey pun mengatakan bahwa 95 persen lah, masyarakat itu sudah menyikat gigi. Tapi, survey kesehatan gigi juga membuktikan bahwa cara menyikat giginya salah, waktunya ya. Jadi, caranya salah, kemudian waktunya juga,” ujar drg Tari dalam Konferensi Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN), Jumat (17/9/2026).
Kesalahan waktu ini paling tampak pada pagi hari. Masyarakat umumnya menggosok gigi saat mandi pagi sebelum sarapan, kemudian membiarkan rongga mulutnya berinteraksi dengan sisa makanan sepanjang hari tanpa dibersihkan kembali.
@detikhealth_official
Cuma segede biji polong? Tapi emang cukup ya segitu buat bersihin gigi? Jawabannya: cukup banget! 🦷 Ternyata, pasta gigi modern sudah punya kandungan aktif seperti fluoride yang pas. Makin banyak pasta gigi bukan berarti makin bersih, ya! Yuk, mulai perhatiin kebiasaan kamu sikat gigi,biar ga salah lagi! Creator: Nima
#detikHealth
#tipskesehatangigi
#tipskesehatan
#pastagigi
♬ original sound – detikHealth
Mengapa Sikat Gigi Harus Setelah Sarapan?
Membersihkan mulut sebelum makan dinilai terbalik dari prinsip utama menjaga kesehatan gigi. Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Prof drg Suryono, S.H, M.M, PhD menegaskan, terdapat urgensi menyikat gigi tepat setelah rongga mulut terpapar makanan.
“Jadi yang benar itu sebenarnya menggosok gigi itu sesudah makan. Jangan sampai terbalik. Kalau terbalik kan nanti, apa, jadinya repot. Sehabis makan lupa gosok gigi, maka kumannya akan berkembang di situ” kata Prof Suryono.
Jika sisa makanan, terutama karbohidrat dan gula, dibiarkan menempel pada gigi setelah sarapan, kuman di dalam mulut akan memanfaatkannya untuk merusak struktur jaringan keras gigi.
Kebiasaan Ngemil Tanpa Kumur
Selain sarapan pagi, gaya hidup masyarakat masa kini yang gemar makan makanan ringan di antara waktu makan utama juga menjadi tantangan besar.
Ketua Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI), Dr drg A Tajrin, M.Kes, SpB.M.M., Subsp.C.O.M(K), menyoroti kebiasaan ngemil yang luput dari perhatian kebersihan.
“Yang kedua, hindari konsumsi gula berlebihan terutama makan di antara waktu makan. Nah, jadi makan di antara waktu makan seperti sekarang ini kan, kita sering ngemil ya tanpa memperhatikan. Tidak kumur setelah makan, tidak sikat gigi setelah makan,” ucap drg Tajrin.
(aur/up/detik)

















