Trump Tolak Tawaran Iran Soal Selat Hormuz, Pertimbangkan Serangan Baru

Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Umit Bektas)

Washington DC, bisnissumsel.com –

Iran menawarkan usulan terbaru untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari, asalkan Amerika Serikat (AS) memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan Teheran. Namun Presiden AS Donald Trump dikabarkan menolak usulan tersebut, dan justru mempertimbangkan serangan baru terhadap Iran.

Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan vital untuk pasokan minyak dan gas dunia, menjadi pusat konflik yang terus berlanjut antara Iran dan AS. Upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik yang berlangsung hampir tujuh bulan terakhir kini menemui jalan buntu.

Upaya mediasi terbaru dilakukan di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang digelar di New York, AS, pekan ini. Hal ini sempat memberikan secercah optimisme akan adanya kemajuan menuju kesepakatan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Sabtu (26/92/2026), melakukan pembicaraan dengan utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, pada Selasa (22/9) waktu setempat.

Dia menuturkan bahwa Teheran telah memaparkan syarat-syarat untuk mengakhiri perang dan membuka kembali jalur pelayaran strategis itu.

“Iran telah menyampaikan rencana konkret berdurasi tujuh hari kepada Amerika Serikat, melalui Qatar. Jika syarat-syarat yang diperlukan telah dipenuhi, maka selat tersebut dapat dibuka kembali dan lalu lintas maritim normal dapat dipulihkan dalam waktu tujuh hari,” ujar Araghchi di sela-sela menghadiri Sidang Umum PBB.

“Kini, pilihan ada di tangan Amerika Serikat. Iran tidak menerima paksaan, ancaman, atau intimidasi, dan Iran tidak akan menyerahkan hak-hak kedaulatannya di bawah tekanan,” tegas Menlu Iran tersebut.

(nvc/idh/detik)