UNSRI dan RSMH Perkuat Kolaborasi Smart Hospital, Smart Health Siap Masuki Tahap Implementasi

Palembang, bisnissumsel.com –

Universitas Sriwijaya (UNSRI) bersama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan teknologi kesehatan melalui implementasi berbagai inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT) sebagai bagian dari hilirisasi hasil riset perguruan tinggi menuju terwujudnya smart hospital.

Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari keberhasilan uji coba perangkat Smart Health yang dikembangkan oleh tim peneliti Fakultas Ilmu Komputer UNSRI bersama mahasiswa dan alumni doktoral. Perangkat tersebut dirancang untuk melakukan pemeriksaan enam parameter kesehatan secara otomatis, meliputi saturasi oksigen, denyut jantung, tekanan darah, suhu tubuh, tinggi badan, dan berat badan.

Seluruh data hasil pemeriksaan dapat langsung terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) melalui mekanisme Single Sign-On (SSO) sehingga memudahkan tenaga medis memperoleh informasi pasien secara real-time tanpa proses pencatatan manual.

Direktur Layanan Operasional RSMH, dr. Rahmadian, M.K.M., menyampaikan bahwa integrasi teknologi digital menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Menurutnya, kolaborasi dengan Fakultas Ilmu Komputer UNSRI yang telah terjalin selama dua tahun melalui kegiatan IMWORK–COMNETS menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan transformasi digital layanan kesehatan di Sumatera Selatan.

Tim Leader Smart Health, Adi Hermansyah, menjelaskan bahwa sistem yang dikembangkan memberikan sejumlah keunggulan, di antaranya keamanan data melalui sistem terenkripsi, meminimalkan kesalahan pencatatan (zero human error), serta mempercepat proses pelayanan karena hasil pemeriksaan dapat langsung diakses dokter saat pasien memasuki ruang konsultasi.

Selain Smart Health, tim riset COMNETS-SPCIES Fakultas Ilmu Komputer UNSRI juga mengembangkan berbagai inovasi lain yang mendukung konsep rumah sakit cerdas. Salah satunya adalah MEDRO (Medicine Delivery Robotics), robot pengantar obat berbasis AI yang mampu bergerak secara mandiri menggunakan sistem navigasi cerdas, deteksi halangan, serta teknologi hidrolik untuk membantu distribusi obat secara lebih cepat, aman, dan efisien.

Inovasi lainnya adalah sistem interkoneksi berbagai perangkat Intensive Care Unit (ICU), seperti monitor pasien, ventilator, dan alat pemantauan tanda vital dengan SIMRS. Sistem ini memungkinkan data klinis pasien dikirim secara otomatis dan real-time sehingga mendukung pengambilan keputusan medis yang lebih cepat dan akurat.

Tim pengembang juga berhasil mengimplementasikan mekanisme UDP Listener untuk menangkap data dari perangkat monitor pasien serta mengembangkan konversi data standar HL7 ke format JSON agar dapat terintegrasi dengan aplikasi berbasis web maupun SIMRS melalui Application Programming Interface (API).

Kasubdit Alumni UNSRI, Prof. Ir. Deris Stiawan, Ph.D., menjelaskan bahwa pengembangan teknologi ini merupakan hasil sinergi antara alumni doktoral, dosen, dan mahasiswa. Alumni berperan sebagai perancang arsitektur sistem, dosen mengoordinasikan penelitian dan menjembatani kebutuhan rumah sakit, sementara mahasiswa berkontribusi dalam pengembangan perangkat keras maupun perangkat lunak.

“Alumni Doktoral berperan sebagai arsitek sistem dan konseptor arsitektur dengan memastikan teknologi yang dibangun memenuhi standar yang ketat, Dosen Pengarah menjadi motor penggerak riset (R&D) sekaligus menjembatani regulasi antara dunia kampus terutama Lab Pendukung dan kebutuhan riil pihak rumah sakit, dan Mahasiswa menjadi kreator di balik layar yang merakit perangkat keras (hardware) dan memprogram perangkat lunak (software),” jelasnya.

Kolaborasi UNSRI dan RSMH menjadi bukti nyata keberhasilan hilirisasi hasil penelitian perguruan tinggi yang memberikan solusi bagi sektor kesehatan. Pengembangan berbagai inovasi tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi digital layanan kesehatan sekaligus memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu pelopor implementasi smart hospital di Indonesia.

“Kehadiran alat ini sebagai hilirisasi nyata dari hasil penelitian yang menegaskan bahwa pihak RSMH sangat serius dalam mengadopsi teknologi lokal. Kolaborasi UNSRI dan RSMH ini membuktikan bahwa “Wong Kito” mampu memimpin gerak maju smart hospital di Sumatera Selatan,” pungkasnya.

Sebagai informasi kegiatan ini mendukung SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure), SDGs 4: Pendidikan Bermutu (Quality Education) – Poin Pendukung, dan SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals).

(Humas_UNSRI)