Jakarta, bisnissumsel.com –
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan pengadaan sepatu dengan nilai Rp 27 miliar untuk sekolah rakyat. Dia mengatakan nilai itu merupakan pengadaan pada tahun 2025, sementara pengadaan sepatu tahun 2026 belum dimulai.
“Yang untuk sepatu lapangan itu memang nilainya sekitar Rp 27 M dan itu sudah dilaksanakan pada tahun 2025, sementara yang 2026 belum dilakukan lelang,” kata Gus Ipul di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).
Gus Ipul menyebut angka dalam pengadaan di Kemensos dibuat sesuai aturan. Dia menyebut Kemensos sudah berkoordinasi dengan ahli.
“Angka ya biasa di dalam proses pengadaan itu kan diawali dengan penganggaran ya. Pada saat penganggaran, ada mekanisme, ada melihat harga pasar, ada konsultasi ke ahli dan lain sebagainya dalam rangka untuk menentukan harga perencanaan atau namanya menentukan pagu,” ucapnya.
Gus Ipul mengatakan harga final akan lebih rendah dari perkiraan. Dia menjamin Kemensos melakukan penganggaran sesuai aturan.
“Biasanya itu harganya lebih murah daripada harga perkiraan sendiri, dan tentu pada saat menentukan harga perkiraan sendiri itu ada survei di lapangan, meskipun melihat e-katalog, melihat e-commerce, juga meminta pendapat ahli,” sebut dia.
Mensos menyebut anggaran akan meningkat setiap tahun. Dia mengatakan Kemensos terus berkoordinasi dengan KPK terkait proses pengadaan barang dan jasa.
“Karena anggaran makin tahun makin meningkat dan peningkatannya bisa jadi makin tajam untuk itu kami telah meminta nasihat tadi di antaranya adalah kami meminta apakah mungkin jika Kementerian Sosial dalam pengadaan barang dan jasa itu dilakukan oleh instansi lain lewat agen-agen pengadaan yang dimungkinkan oleh undang-undang,” tuturnya.
Sebelumnya, Gus Ipul menegaskan pengadaan sepatu Rp 700 ribu per item untuk sekolah rakyat telah melalui prosedur yang sesuai. Nilai Rp 700 ribu itu adalah pagu anggaran yang realisasinya akan lebih murah.
“Dalam pengadaan sepatu ini untuk siswa sekolah rakyat tentu melalui prosedur yang telah ditetapkan, mekanisme pengadaan. Penanggung jawabnya adalah tentu PPK atau pokja,” kata Gus Ipul di gedung Kemensos, Jakarta, Selasa (5/5).
Gus Ipul juga menampilkan data pengadaan tahun 2025, yang realisasinya pada beberapa sepatu di bawah nilai pagu. Pada 2025, ada tujuh pengadaan sepatu dengan jenis dan pagu harga yang berbeda.
Dari data tersebut, pagu tertinggi Rp 700 ribu untuk model sepatu PDL dan terendah Rp 500 ribu untuk sepatu harian. Semua harga realisasinya pada 2025 di bawah pagu anggaran yang ditentukan. Semua sepatu pada pengadaan pada 2025 telah diberikan ke penerima manfaatnya.
“Pagunya telah ditetapkan dan pagu ini ditetapkan setelah melalui survei atau lebih sederhananya setelah melalui mekanisme yang ada. Jadi menetapkan pagu ini sebelumnya melalui survei dan kemudian dikonsultasikan, setelah itu ditetapkan sebagai pagu,” ujarnya.
(ial/haf/detik)














